Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebelum Ditembak, WNI Terduga Perampok Menyatroni Rumah Pensiunan Tentara
Oleh : Redaksi
Minggu | 13-10-2013 | 13:33 WIB
images_(9).jpg Honda-Batam
Foto ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Kuala Lumpur - Empat korban yang ditembak oleh Polis Diraja Malaysia dalam penggrebekan di sebuah rusun di Jalan Ampang Putra, Jumat siang kemarin, diketahui merupakan warga negara Indonesia. Keempat korban ditengarai bagian dari "Geng Ah Fatt" itu diduga telah melakukan perampokan di sebuah rumah milik seorang pejabat di Bukit Internasional, Hulu Kelang, Jumat pagi.


Media di Malaysia, The Star, hari ini, melaporkan, beberapa jam sebelum penggrebekan yang berujung kepada baku tembak itu, para tersangka diduga telah menyatroni rumah Jamaludin Sukhi, 60 tahun, seorang pensiunan tentara di Bukit Antara Bangsa.

Sembari mengingat penyekapan keluarganya di tangan orang-orang Indonesia itu, Jamaludin mengatakan dirinya sedang berada di ruang tamu ketika penyusup datang di sekitar pukul 03.15 waktu setempat. Orang-orang asing, dua di antaranya bertopeng, bersenjatakan parang dan obeng.

"Mereka mengancam akan membunuh saya kalau saya tidak memberi mereka uang," kata pensiunan, yang diduga ia diseret ke kamar tidur di mana ia melihat istrinya terikat dan tersumbat.

Dia kemudian dipaksa untuk menunjukkan kamar putrinya di mana mereka menggeledah barang-barang berharga. Jamaludin dan keluarganya dikunci di kamar tidur utama sebelum para perampok melarikan diri.

"Mereka mengambil telepon kami, perhiasan dan uang," katanya kepada polisi. 

Diberitakan sebelumnya, polisi Malaysia menembak mati empat orang warga negara asing yang diduga anggota "Geng Ah Fatt" di rusun Program Perumahan Rakyat (PPR) di Hiliran Ampang, Kuala Lumpur, setelah merampok rumah milik seorang pejabat di Bukit Internasional, Hulu Kelang, Jumat pagi kemarin.

Kepala Polisi Kuala Lumpur, Datuk Mohmad Salleh, mengatakan polisi melakukan penggerebekan di rusun Jalan Ampang Putra itu pada pukul 12.20 tengah hari setelah menerima informasi dari masyarakat. 

Menurut Mohmad Salleh, sebelum penggrebekan sempat terjadi baku tembak antara polisi dan para pelaku, setelah sebelumnya mereka menembaki polisi saat akan beraksi. 

Saat penggrebekan, polisi menemukan sepucuk pistol jenis Revolver dan parang yang digunakan para pelaku itu yang berumur kisaran 30 hingga 40 tahun.

"Pada saat yang sama polisi juga menemukan perhiasan yang diyakini hasil perampokan di sebuah rumah di Bukit Internasional yang dilakukan pada sekitar pukul 03.00 Jumat pagi," katanya seperti dilansir Bernama, Jumat.

Mohmad mengatakan, rusun itu diyakini dihuni salah seorang dari pelaku dan keluarganya. Bahkan, tempat itu juga dijadikan sebagai transit bagi anggota kelompok tersebut untuk melakukan kejahatan sebelum melarikan diri ke Batam, Indonesia.  (*)

Editor: Dodo