Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

China Kelabakan Pasca-pengetatan Ekspor Timah oleh Indonesia
Oleh : Redaksi
Sabtu | 31-08-2013 | 20:41 WIB

BATAMTODAY.COM, Beijing - China mulai dipusingkan oleh kebutuhan timah dalam negeri setelah impor timah bermutu rendah dari Indonesia dilarang sejak Juli lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan industrinya, China terpaksa berebut persediaan timah bermutu rendah dari Malaysia dan London Metal Exchange (LME) setelah perubahan peraturan untuk eksportir Indonesia, yang memasok bahan yang digunakan untuk memproduksi 10 persen timah bermutu tinggi China tahun lalu.

Reuters
melaporkan, pembatasan pasokan dari Indonesia kemungkinan akan mengekang pertumbuhan logam olahan timah di Cina, namun dapat mendukung harga timah di LME yang telah jatuh lebih dari 7 persen tahun ini.

Indonesia merupakan salah satu eksportir timah terbesar di dunia. Namun, ekspor timah yang kadar kemurniannya di bawah 99,9 persen dilarang mulai 1 Juli. Larangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong kegiatan industri dalam negeri dan nilai ekspor barang olahan lebih tinggi daripada bahan baku eskpor.

Cina sendiri yang merupakan produsen dengan konsumsi timah terbesar di dunia, bergantung pada Indonesia hampir setengah dari nilai impor yang mencapai rekor dari 31.334 ton tahun lalu. Timah dari Indonesia itu digunakan untuk menghasilkan timah bermutu tinggi untuk solder dan kemasan.

Cui Lin, Chief Representative ITRI Cina, mengatakan, produksi Cina kemungkinan akan jatuh sekitar 6.000 ton per tahun jika Indonesia masih menerapkan kebijakan ketat tersebut. Namun, sebagian produsen harus membeli dari tempat lain. (*)

Editor: Dodo