Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bincang Santai dengan Ruben Onsu di Madinah

Masya Allah Pelaksanaan Haji Tahun Ini Bagus Banget!
Oleh : Saibansah
Senin | 29-06-2026 | 14:30 WIB
onsu.jpg Honda-Batam
Selebriti Ruben Onsu bersama Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM, Madinah, Saibansah Dardani di Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Langit Madinah mulai meredup ketika arus jamaah haji Indonesia perlahan berkurang. Sebagian sudah kembali ke Tanah Air, sementara sebagian lainnya masih bersiap meninggalkan Kota Nabi.

Di tengah suasana itu, Ruben Onsu tampak berjalan santai di kawasan Madinah. Kehadirannya bukan untuk berhaji, melainkan menunaikan ibadah umrah pada bulan Muharram. Waktu kedatangannya bertepatan dengan masa pemulangan jamaah haji Indonesia, sehingga ia masih dapat menyaksikan langsung aktivitas para petugas yang melayani ribuan jamaah.

Kesempatan itu memberi pengalaman yang berbeda bagi Ruben. Selama berada di Tanah Suci, ia melihat langsung bagaimana petugas haji mendampingi jamaah, mulai dari pelayanan di hotel hingga mobilitas mereka di berbagai lokasi.

"Kalau dari aku sih tahun ini, Masya Allah bagus banget. Lebih rapi, lebih tertata," ujar Ruben
dalam perbincangan santai dengan Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani yang saat ini bertugas menjadi MCH (Media Center Haji) PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026, Minggu 28 Juni 2026.

Usai menunaikan sholat Isya', di kamar hotelnya yang langsung menghadap di Masjid Nabawi, Ruben mengungkapkan kesan menonjol dari para petugas haji. Ia melihat ada perubahan dalam cara mereka melayani jamaah.

Bukan hanya bekerja secara profesional, para petugas juga dinilainya mampu membangun suasana yang hangat.

"Ya memang beda ya. Petugas hajinya sekarang lebih terkonsep. Yang saya rasakan juga lebih kekeluargaan. Itu yang menurut saya bagus," katanya.

Pendekatan yang hangat, menurut Ruben, menjadi nilai lebih dalam pelayanan ibadah haji. Sikap ramah membuat jamaah lebih nyaman untuk bertanya ataupun meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan.

Pengalaman itu sekaligus mematahkan berbagai cerita yang sempat didengarnya sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Sebagai seorang yang baru memeluk Islam, Ruben mengaku pernah menerima banyak cerita yang membuatnya ragu sebelum menjalani umrah. Mulai dari anggapan bahwa proses ibadah di Tanah Suci rumit hingga berbagai pengalaman kurang menyenangkan yang beredar dari mulut ke mulut.

Namun, kenyataan yang ia alami berbeda. "Pas saya jalani sendiri ternyata nggak ada seperti omongan-omongan itu," ujarnya.

Karena itu, Ruben berharap masyarakat tidak mudah percaya pada berbagai informasi yang belum tentu benar mengenai pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Ia justru melihat pelayanan yang diberikan kepada jamaah terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.

Pengalaman umrah kali ini juga menumbuhkan harapan baru. Ruben mengaku ingin menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun depan.

Harapannya sederhana, pelayanan yang sudah berjalan baik tahun ini dapat terus ditingkatkan. "Mudah-mudahan lebih baik lagi dari tahun ini. Karena setiap tahun pasti kita berharap ada perbaikan," katanya.

Ruben juga berharap proses berhaji semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang telah memenuhi panggilan Allah SWT.

"Kalau Allah sudah memudahkan, ya manusia jangan mempersulit. Jadi orang tidak punya rasa takut untuk berhaji," ujarnya.

Di tengah berakhirnya musim haji 2026, pengalaman Ruben menjadi sudut pandang seorang tamu Tanah Suci yang datang bukan sebagai jamaah haji, tetapi tetap menyaksikan denyut pelayanan yang berlangsung di lapangan.

Dari pengamatan singkat itu, ia menangkap satu kesan yang paling kuat: pelayanan yang rapi akan terasa semakin bermakna ketika dibarengi dengan sikap hangat dan rasa kekeluargaan.

Editor: Gokli