Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KBRI Khartoum dan Ditjen Imigrasi Perkuat Layanan Keimigrasian serta Pelindungan WNI di Sudan
Oleh : Redaksi
Senin | 29-06-2026 | 12:48 WIB
sudan-ri.jpg Honda-Batam
Pertemuan antara Duta Besar RI untuk Sudan, Sunarko, dengan Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, beserta jajaran di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam meningkatkan layanan keimigrasian dan pelindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Sudan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Sudan, Sunarko, dengan Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, beserta jajaran di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan fokus membahas penguatan pelayanan keimigrasian bagi WNI di wilayah akreditasi KBRI Khartoum, sekaligus mendukung upaya pelindungan terhadap masyarakat Indonesia yang berada di Sudan.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Sunarko memaparkan perkembangan situasi di Sudan serta berbagai kebutuhan pelayanan keimigrasian yang diperlukan untuk menunjang perlindungan WNI di tengah dinamika yang terjadi di negara tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, menegaskan komitmen institusinya untuk terus memperkuat koordinasi dengan KBRI Khartoum. "Ditjen Imigrasi siap terus bersinergi dengan KBRI Khartoum untuk memastikan seluruh WNI di luar negeri, khususnya di wilayah akreditasi Sudan, memperoleh akses layanan keimigrasian yang prima," ujar Eko Budianto.

Selain membahas aspek pelindungan WNI, kedua pihak juga mendiskusikan strategi pemberian kemudahan layanan visa bagi warga negara Sudan yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Kemudahan tersebut diarahkan untuk mendukung kunjungan dengan tujuan bisnis, investasi, maupun kegiatan ekonomi lainnya yang diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Dubes Sunarko menilai kemudahan akses visa tidak hanya akan mendorong kerja sama ekonomi, tetapi juga membuka peluang peningkatan sektor pariwisata Indonesia melalui bertambahnya jumlah wisatawan asal Sudan yang berkunjung ke berbagai destinasi unggulan di Tanah Air.

Melalui penguatan kolaborasi antara KBRI Khartoum dan Ditjen Imigrasi, pemerintah berharap pelayanan keimigrasian bagi WNI di luar negeri semakin optimal sekaligus mampu mendukung peningkatan kerja sama ekonomi dan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Sudan.

Editor: Gokli