Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Shockbyte Andalkan CPU AMD untuk Tingkatkan Performa Server Gaming dan Ekspansi Global
Oleh : Alex Raswandi
Jumat | 26-06-2026 | 18:48 WIB
AR-BTD-20277-0006-Shockbyte.jpg Honda-Batam
Shockbyte Andalkan CPU AMD untuk Tingkatkan Performa Server Gaming dan Ekspansi Global. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM - Perusahaan penyedia layanan hosting server game asal Australia, Shockbyte, mengadopsi prosesor AMD untuk meningkatkan performa layanan gaming, memperbesar kapasitas pusat data, sekaligus menekan konsumsi daya dalam mendukung ekspansi bisnisnya ke pasar global, khususnya Amerika Serikat.

CEO sekaligus Founder Shockbyte, Mitch Smith, mengatakan perusahaan yang berdiri sejak 2013 itu awalnya berfokus menyediakan server untuk game Minecraft. Seiring pertumbuhan industri game online, Shockbyte kini melayani lebih dari 65 judul game dan mengembangkan layanan infrastruktur cloud bagi studio pengembang game.

"Perusahaan berdiri pada tahun 2013. Saat itu terdapat permintaan yang sangat besar terhadap server Minecraft," ujar Smith.

Menurut dia, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah mengelola lonjakan jumlah pemain saat peluncuran game baru. Setelah periode awal tersebut, jumlah pemain biasanya turun drastis sehingga perusahaan harus mampu melakukan konsolidasi server tanpa mengganggu pengalaman bermain pelanggan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Shockbyte mulai membangun infrastruktur pusat data sendiri sejak 2023 dan beralih menggunakan prosesor AMD.

Director of IT Shockbyte, Liam Charles, mengatakan keputusan menggunakan AMD didasarkan pada performa yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan server game, terutama pada aspek single-thread yang menjadi faktor penting dalam menjalankan berbagai game online.

"Beralih ke AMD EPYC Server Processor merupakan keputusan yang sangat mudah," kata Charles.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan migrasi, Shockbyte melakukan serangkaian pengujian performa. Hasilnya, skor benchmark single-thread meningkat dari rata-rata sekitar 2.750 menjadi 4.200 atau naik sekitar 53 persen.

"Sejak beralih dari Intel Xeon yang kami gunakan sebelumnya ke AMD, kami melihat peningkatan performa single-thread setidaknya 40 persen, terutama untuk Minecraft," ujarnya.

Selain peningkatan performa, AMD juga dinilai memberikan kapasitas memori yang lebih besar.

Charles mengatakan implementasi awal dilakukan menggunakan AMD Ryzen 7700 sebelum beralih ke AMD EPYC 4464P, AMD EPYC 4545P, hingga AMD EPYC 9555P yang memiliki hingga 64 inti prosesor dan mendukung kapasitas memori lebih besar.

Menurut dia, peningkatan tersebut berdampak langsung terhadap kualitas layanan kepada pelanggan.

"Tujuan utama kami adalah menghadirkan pengalaman menjalankan server game yang mulus tanpa hambatan. Bahkan micro-stutter yang sangat kecil dapat memicu keluhan pelanggan," katanya.

Shockbyte juga mengklaim berhasil meningkatkan efisiensi operasional pusat data setelah menggunakan prosesor AMD.

Charles menyebut jumlah mesin yang sebelumnya mencapai lebih dari 2.000 unit kini berkurang menjadi kurang dari 1.000 unit. Di sisi lain, konsumsi daya juga turun sekitar 30 persen untuk kapasitas memori yang sama.

"Build lama rata-rata mengonsumsi 0,93 watt per GB memori, sedangkan sistem AMD terbaru hanya sekitar 0,65 watt per GB memori," ujarnya.

Efisiensi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung ekspansi Shockbyte ke Amerika Serikat, termasuk pembangunan infrastruktur terbaru di Dallas, Texas.

"Kami melihat sebagian besar pertumbuhan saat ini berasal dari Amerika Serikat. Dengan AMD EPYC 9555P kami dapat mengonsolidasikan infrastruktur yang sebelumnya membutuhkan enam hingga delapan rak menjadi hanya sekitar dua rak," kata Charles.

Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen melanjutkan penggunaan prosesor AMD pada pengembangan infrastruktur berikutnya.

"AMD akan terus menjadi pilihan utama kami untuk masa mendatang," tutupnya.

Sebagai informasi, Shockbyte merupakan penyedia layanan hosting server game yang berbasis di Melbourne, Australia. Selain Minecraft, perusahaan tersebut mendukung lebih dari 60 judul game dan menyediakan layanan cloud bagi pengembang game.

Sementara itu, AMD merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan prosesor berkinerja tinggi untuk kebutuhan komputasi, pusat data, grafis, dan kecerdasan buatan yang digunakan di berbagai sektor industri.

Editor: Gokli