Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RSUD Tanjungpinang Gandeng Kemenag Hadirkan Layanan Kerohanian untuk Pasien
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 25-06-2026 | 19:08 WIB
RSUD-TPi-Kemenag.jpg Honda-Batam
Penandatanganan MoU RSUD Kota Tanjungpinang dan Kemenag hadirkan pelayanan rohani bagi pasien. (Devi/BTD)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - RSUD Kota Tanjungpinang kini resmi menggandeng Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang untuk menghadirkan pelayanan kerohanian bagi pasien. Kerja sama ini dituangkan lewat penandatanganan MoU pada Kamis (25/6/2026).

Plt Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Dedy Arman, dan Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang, Erizal, menandatangani kesepakatan bersama sebagai komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang holistik. Tidak hanya menyembuhkan fisik, tapi juga menguatkan mental dan spiritual pasien selama menjalani perawatan.

Dedy Arman mengapresiasi konsistensi Kemenag Tanjungpinang yang selama ini sudah menurunkan penyuluh agama ke RSUD. Kehadiran penyuluh dinilai membantu pasien menghadapi masa sulit saat dirawat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama beserta seluruh jajaran, khususnya para penyuluh agama yang selama ini tetap konsisten melaksanakan tugas penyuluhan di RSUD Kota Tanjungpinang. Kehadiran para penyuluh sangat membantu memberikan pemahaman kepada pasien mengenai kewajiban beribadah, termasuk pelaksanaan salat meskipun dalam kondisi sakit," ujar Dedy.

Ia berharap sinergi ini terus diperkuat. "Kami juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Kementerian Agama untuk menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan keagamaan bagi masyarakat," tambahnya.

Dedy menegaskan, RSUD Kota Tanjungpinang berkomitmen pada pelayanan paripurna yang mengutamakan keselamatan pasien, kenyamanan layanan, dan pendekatan kemanusiaan secara menyeluruh.

Kepala Kemenag Tanjungpinang, Erizal, menyebut pelayanan kesehatan tidak bisa lepas dari kebutuhan spiritual. Manusia punya jasad dan roh yang harus dirawat seimbang.

"Hari ini kita bersyukur dapat melaksanakan penandatanganan MoU sebagai bentuk kerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelayanan bimbingan rohani. Dalam diri manusia terdapat jasad dan roh yang keduanya harus berjalan beriringan. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak hanya menyentuh aspek fisik tetapi juga aspek spiritual," kata Erizal.

Menurutnya, sakit adalah ujian yang butuh kesabaran dan penguatan mental. Di titik itulah penyuluh agama hadir memberi motivasi, ketenangan, dan sugesti positif.

"Tugas para penyuluh adalah memberikan pemahaman, pendampingan, dan sugesti positif kepada pasien agar tetap optimis menjalani proses pengobatan. Melalui bimbingan rohani, pasien diharapkan memiliki ketenangan hati dan semangat untuk sembuh," jelasnya.

Erizal menegaskan, layanan kerohanian ini berlaku untuk semua pasien sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Bentuk penghormatan terhadap hak pasien.

Erizal juga mengapresiasi para penyuluh agama yang aktif melayani di rumah sakit, lapas, pengadilan, kejaksaan, hingga satuan militer. Dedikasi mereka disebut sebagai wujud nyata program "Kemenag Berdampak".

"Para penyuluh agama harus terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan intelektualitasnya. Kehadiran mereka di rumah sakit diharapkan mampu membantu proses penyembuhan pasien, memberikan ketenangan batin, serta menghadirkan energi positif bagi pasien maupun tenaga kesehatan," katanya.

Kepada jajaran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tanjungpinang, Erizal berpesan agar tetap ikhlas melayani. "Bekerjalah dengan ikhlas. Setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Kehadiran para penyuluh harus menjadi sumber manfaat dan keberkahan bagi masyarakat," pesannya.

MoU ini berlaku selama tiga tahun dan bisa diperpanjang. Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan layanan bimbingan dan pendampingan kerohanian bagi pasien di RSUD Kota Tanjungpinang. Pelaksanaan dilakukan lewat koordinasi kedua pihak dengan melibatkan penyuluh agama sebagai pendamping spiritual.

Layanan ini tidak membebankan biaya kepada pasien maupun kedua institusi. Murni komitmen pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan.

Penandatanganan MoU menjadi tonggak kolaborasi lintas sektor kesehatan dan keagamaan di Tanjungpinang. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan yang komprehensif. Tidak hanya fokus pada kesembuhan fisik, tapi juga kesehatan mental dan spiritual.

Dengan layanan kerohanian yang terstruktur, RSUD Tanjungpinang dan Kemenag optimistis bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berdampak nyata.

Editor: Yudha