Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nek Sania, Pulang Haji, Tapi Masih Berhutang
Oleh : Redaksi
Minggu | 21-06-2026 | 17:08 WIB
2106_wamenhaj-bersama-jemaah.jpg Honda-Batam
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersilaturahmi dengan Nek Sania. (Foto: Humas Kemenhaj)

Oleh Dahnil Anzar Simanjuntak

J5NEWSROOM.COM, Jakarta - Hari ini, saya berkunjung ke rumah salah satu Jamaah Haji 2026 di Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Nek Sania (72 thn) namanya. Seorang janda, tinggal menumpang di rumah anaknya.

Nek Sania adalah jamaah haji yang berangkat haji tahun 2026, seorang buruh cuci.

Tahun 2014 lalu wanita tua ini mendaftarkan diri menjadi jamaah haji dari uang pemberian anak-anaknya.

Lalu, 2026 panggilan untuk berangkat ke Tanah Suci itu pun datang. Agar bisa berangkat Nek Sania berhutang ke banyak pihak, agar bisa tetap berangkat. Akhirnya, beliau berangkat haji tahun ini, dengan uang dari hutangan tersebut.

Kami, Kemenhaj mendata kondisi jamaah-jamaah haji kami, banyak yang seperti Nek Sania ini.

Mungkin bagi banyak orang, ngapain sih sampai hutang? Ngapain sih memaksakan diri bila tak mampu secara material?

Pikiran banyak orang itu tak salah. Benar secara syariat, karena haji disyaratkan bagi yang mampu.

Namun, itulah spirit keberagamaan khas Indonesia. Haji bagi beliau-beliau adalah puncak penyempurnaan spiritualisme, dan seringkali spiritualisme tidak selalu bisa sekedar dimaknai secara syariat, banyak yang juga yang memaknainya secara hakikat bahkan makrifat.

Tidak semua unsur dalam spiritualisme bisa dirasionalisasi, ada hal-hal yang ghaib dimaknai secara batin, sama halnya dengan cinta, seringkali cinta tak bisa dirasionalisasi. Maka ada ungkapan "cinta itu buta". Mahabatullah, kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT diekspresikan seorang Nek Sania dengan "memaksakan diri agar mampu naik haji".

Saya sering menyebutnya, ada orang yang mampu naik haji, tapi ada juga berusaha dan memampukan diri naik haji. Sehingga semua upaya halal dilakukan meskipun secara syariat kewajiban mereka telah gugur sejatinya. Namun, cinta kepada Allah dan Nabinya tidak bisa doreduksir dengan sekedar rasionalitas syariat.

Akhirnya, atas perintah Presiden @prabowo kami mendata jamaah-jamaah haji seperti Nek Sania ini, agar bebannya diringankan, agar hutangnya terbayarkan.*

Penulis adalah Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.