Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam dan BRIN Perkuat Riset Ketahanan Air, Dukung Industri Berkelanjutan
Oleh : Redaksi/Alex RS
Minggu | 21-06-2026 | 18:32 WIB
2106_bp-batam-mou-brin-industri-hijau-1.jpg Honda-Batam
Penandatanganan PKS antara BP Batam dan BRIN) terkait pemanfaatan riset dan inovasi serta kajian pembangunan Batam Science and Technology Park, yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya memperkuat ketahanan sumber daya air sekaligus mendukung pengembangan industri berkelanjutan di Kota Batam.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Batam dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pemanfaatan riset dan inovasi serta kajian pembangunan Batam Science and Technology Park. Penandatanganan berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan pembangunan Batam di masa mendatang, khususnya dalam menjaga ketersediaan air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurut Sudirman, Batam sebagai kawasan industri dan investasi yang terus tumbuh memerlukan dukungan riset dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

"Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Sumber air Batam sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang ditampung melalui delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat penting. Dukungan riset dari BRIN akan sangat membantu keberlanjutan pembangunan Batam," ujar Sudirman.

Penandatanganan PKS antara BP Batam dan BRIN) terkait pemanfaatan riset dan inovasi serta kajian pembangunan Batam Science and Technology Park, yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: Humas BP Batam)

Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga pengembangan industri hijau.

Ia berharap berbagai hasil riset dan inovasi yang dihasilkan BRIN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha di Batam.

"Kami ingin berbagai potensi yang dimiliki dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan industri," katanya.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menambahkan kerja sama tersebut melibatkan tujuh kegiatan riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam. Sebanyak 10 aktivitas dari enam topik utama telah disusun untuk dijalankan dalam tiga tahun ke depan berdasarkan peta jalan yang telah dirancang secara bertahap.

Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut diarahkan agar hasil riset dapat langsung diterapkan dalam mendukung pengembangan kawasan Batam.

"Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang konkret untuk memperkuat peran riset dalam mendukung pembangunan kawasan strategis Batam," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan industri atau yang dikenal sebagai valley of death.

"BRIN ingin berperan sebagai think tank pemerintah dengan membantu mengidentifikasi berbagai persoalan serta menawarkan solusi berbasis teknologi. Kami berharap hasil riset dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan investasi di Batam," kata Arif.

Melalui kolaborasi tersebut, BP Batam optimistis hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat memperkuat ketahanan sumber daya air, mendukung transformasi industri yang lebih ramah lingkungan, serta mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan di Batam.

Editor: Surya