Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Gelombang Kedua Lebih Tertib
Oleh : Saibansah
Minggu | 21-06-2026 | 11:33 WIB
Foto_Berita_pemulangan_haji.jpg Honda-Batam
Kepala Sektor 3 Madinah, Irfan Darmawan Syah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz dinilai berlangsung lebih tertib dan cepat dibandingkan fase-fase sebelumnya.

Kepala Sektor 3 Madinah, Irfan Darmawan Syah, mengatakan para jemaah menunjukkan kedisiplinan yang lebih baik saat bersiap meninggalkan hotel menuju bandara. Menurut dia, banyak jemaah sudah siap lebih awal sebelum jadwal keberangkatan yang ditentukan.

"Ketika diinformasikan untuk bersiap pada waktu tertentu, sebagian besar jemaah sudah menurunkan barang bawaan mereka sebelum waktu tersebut tiba," ujar Irfan kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, Sabtu (20/6/2026).

Ia menilai meningkatnya ketertiban tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh keinginan jemaah untuk segera kembali ke Indonesia setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

Menurut Irfan, proses pemberangkatan jemaah dari hotel menuju bandara saat ini berlangsung lebih lancar. Selain karena kedisiplinan jemaah, pengangkutan koper bagasi yang dilakukan lebih awal turut mempercepat proses keberangkatan.

"Koper besar sudah dikirim dua hari sebelumnya sehingga saat menuju bandara jemaah hanya membawa koper kecil. Kondisi ini membuat proses naik ke bus menjadi lebih mudah dan tertib," katanya.

Ia menjelaskan, situasi tersebut berbeda dengan fase kedatangan sebelumnya, baik saat jemaah tiba dari Indonesia maupun ketika bergerak dari Makkah ke Madinah. Pada tahap tersebut, jemaah masih membawa koper besar dan koper kecil sehingga mobilisasi memerlukan waktu lebih lama.

Irfan berharap ketertiban yang ditunjukkan jemaah dapat terus terjaga hingga seluruh proses pemulangan selesai. Ia juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan agar tidak mengalami kendala saat pemeriksaan di bandara.

Menurut dia, sejumlah barang seperti air zamzam, korek api, dan power bank tidak diperbolehkan masuk ke dalam bagasi maupun kabin pesawat sesuai ketentuan yang berlaku. Barang-barang tersebut berpotensi menyebabkan koper dibuka kembali saat pemeriksaan keamanan di bandara.

Karena itu, jemaah diminta memastikan barang bawaan telah sesuai aturan agar proses kepulangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Editor: Dardani