Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Layanan di Madinah
Oleh : Saibansah
Sabtu | 20-06-2026 | 11:08 WIB
jemaah-lansia.jpg Honda-Batam
Koordinator Landis Sektor 3 Daerah Kerja Madinah, Dicky Azis Gunawan dan jajarannya. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 3 Madinah terus mengintensifkan pelayanan kepada jemaah haji lanjut usia dan penyandang disabilitas yang saat ini berada di Kota Madinah.

Pelayanan dilakukan melalui kunjungan langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna memantau kondisi kesehatan sekaligus memberikan pendampingan dan edukasi.

Salah satu kunjungan dilakukan di Diwan Rise Hotel yang menjadi tempat menginap jemaah Kloter SOC 70 Embarkasi Solo. Dalam kunjungan tersebut, petugas mendapati seorang jemaah lansia, Karsim Amadyuki, dalam kondisi kurang sehat.

Tim Landis bersama dokter, Perawat Haji Daerah (PHD), dan petugas kloter kemudian memberikan penanganan serta pendampingan agar kondisi jemaah segera membaik.

Ketua Kloter SOC 70, Ahmad Rofik Sidqi, mengapresiasi kehadiran tim Landis yang dinilai sangat membantu dalam memberikan perhatian kepada jemaah yang membutuhkan perawatan khusus.

"Alhamdulillah, jemaah yang membutuhkan layanan ekstra dapat tertangani dengan baik. Kehadiran petugas Landis sangat membantu kami di lapangan," ujar Rofik.

Manfaat layanan tersebut juga dirasakan oleh Chairul Anam, jemaah yang sebelumnya mengalami stroke. Dengan pendampingan petugas, ia tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah selama berada di Madinah.

"Alhamdulillah, saya bisa beribadah dan masuk ke Raudhah dengan bantuan kursi roda serta pendampingan petugas," katanya.

Koordinator Landis Sektor 3 Daerah Kerja Madinah, Dicky Azis Gunawan, mengatakan bahwa pelayanan kepada jemaah gelombang kedua kini difokuskan pada upaya menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan ke Indonesia.

Menurut dia, jika pada fase kedatangan fokus pelayanan diarahkan agar jemaah mampu menjalankan ibadah, maka saat ini prioritas utama adalah memastikan jemaah dalam kondisi layak terbang (fit to flight).

"Target kami adalah memastikan seluruh jemaah, khususnya lansia dan disabilitas, dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat tanpa harus tertunda kepulangannya," ujar Dicky.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tim Landis melakukan visitasi secara proaktif sejak jemaah tiba di Madinah dari Makkah. Petugas tidak hanya menunggu laporan, tetapi secara rutin mendatangi hotel-hotel jemaah untuk melakukan pemantauan.

Selain memeriksa kondisi kesehatan, tim juga berkoordinasi dengan ketua kloter, dokter kloter, dan pembimbing ibadah guna memastikan kebutuhan jemaah dapat segera ditangani.

Dicky menjelaskan bahwa kondisi kesehatan jemaah gelombang kedua yang saat ini berada di Madinah relatif lebih stabil dibandingkan fase sebelumnya. Sebagian besar jemaah yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan saat masih berada di Makkah.

"Alhamdulillah, mayoritas jemaah yang tiba di Madinah dalam kondisi cukup baik. Jika ada yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kami segera melakukan rujukan ke rumah sakit," katanya.

Melalui layanan yang semakin intensif tersebut, PPIH berharap seluruh jemaah lansia dan disabilitas dapat menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah dengan nyaman serta kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.

Editor: Dardani