Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KBRI Manila Gelar Pameran Batik Indonesia, Perkuat Diplomasi Budaya dengan Filipina
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 19-06-2026 | 14:48 WIB
terang-bulan.jpg Honda-Batam
Pameran budaya bertajuk Indonesian Batik Exhibition di Learning Common Exhibition Area, Universitas De La Salle, Filipina, pada 15-20 Juni 2026. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila bekerja sama dengan Soendari Batik & Art, Universitas Negeri Malang, dan Universitas De La Salle menggelar pameran budaya bertajuk Indonesian Batik Exhibition di Learning Common Exhibition Area, Universitas De La Salle, Filipina, pada 15-20 Juni 2026.

Mengusung tema "From Java to Manila: Batik Terang Bulan as Living Heritage", pameran tersebut menampilkan kekayaan seni dan budaya Indonesia melalui koleksi kain batik, sejarah perkembangan Batik Terang Bulan, serta berbagai media edukasi yang menggambarkan perjalanan budaya batik sebagai warisan hidup yang terus berkembang.

Pameran secara resmi dibuka oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Manila, Victorina Hesti Dewayani, pada 15 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia untuk memperkenalkan warisan budaya nasional sekaligus mempererat hubungan bilateral dengan Filipina.

"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk merayakan, menafsirkan ulang, dan melestarikan batik sebagai tradisi budaya yang dinamis serta mampu menjembatani hubungan antarmasyarakat lintas negara," ujar Victorina.

Batik Terang Bulan yang menjadi fokus utama pameran merupakan salah satu ragam batik pesisir Jawa yang dikenal memiliki karakter warna cerah, motif yang kaya, serta nilai simbolis yang terbentuk dari proses akulturasi budaya selama berabad-abad.

Berawal dari pengaruh jaringan perdagangan maritim, interaksi kolonial, dan pertukaran budaya antarwilayah, Batik Terang Bulan berkembang menjadi representasi perpaduan antara kearifan lokal dan pengaruh global. Karakter tersebut menjadikannya salah satu warisan budaya yang relevan untuk menggambarkan hubungan historis dan budaya di kawasan Asia Tenggara.

Selain memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, pameran ini juga bertujuan memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Filipina, khususnya dalam bidang pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).

Melalui batik, para pengunjung diajak memahami bagaimana warisan budaya terus mengalami transformasi melalui proses mobilitas, adaptasi, dan dialog budaya yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pameran menghadirkan berbagai koleksi karya Gotikswan dan Soekarno berupa fotografi serta kain batik, koleksi Batik Terang Bulan, alat-alat membatik, buku, film dokumenter, hingga tekstil seni asal Filipina yang memperkaya perspektif mengenai hubungan budaya kedua negara.

KBRI Manila menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam melestarikan batik sebagai identitas nasional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. "Melalui pameran ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa dan masyarakat Filipina mengenai hubungan historis serta kedekatan budaya antara Indonesia dan Filipina," kata Victorina.

Pameran Indonesian Batik Exhibition diharapkan tidak hanya memperkuat apresiasi terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga mempererat ikatan budaya di kawasan Asia Tenggara serta menegaskan relevansi batik sebagai sumber inspirasi kreatif di tengah dunia yang semakin terhubung.

Editor: Gokli