Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek dan BPS Perkuat Integrasi Data
Oleh : Redaksi
Rabu | 17-06-2026 | 14:08 WIB
dikti-bps.jpg Honda-Batam
Pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Selasa (16/6/2026). (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemanfaatan dan integrasi data guna mendukung perluasan akses pendidikan tinggi yang lebih tepat sasaran.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis, antara lain sinkronisasi data pendidikan tinggi dengan data sosial ekonomi nasional, pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta penguatan basis data untuk mendukung berbagai program peningkatan akses pendidikan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang semakin erat dengan BPS diharapkan mampu meningkatkan efektivitas berbagai program bantuan pendidikan sehingga dapat menjangkau kelompok penerima manfaat secara lebih tepat. "Peningkatan akses pendidikan tinggi memerlukan dukungan data yang kuat. Melalui kolaborasi dengan BPS, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang disusun benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan," ujar Brian.

Selain membahas pemanfaatan DTSEN dalam proses verifikasi calon penerima bantuan pendidikan, Kemdiktisaintek dan BPS juga mendiskusikan penyelarasan data Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi. Sinkronisasi data tersebut dinilai penting untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendukung kebutuhan data sektor pendidikan melalui penyediaan statistik yang berkualitas dan relevan sebagai dasar perumusan kebijakan publik.

Kemdiktisaintek juga memaparkan berbagai kebutuhan data yang berkaitan dengan penyaluran bantuan pendidikan tinggi dan upaya peningkatan partisipasi pendidikan tinggi nasional. Penguatan basis data tersebut diharapkan mampu mendukung proses verifikasi dan validasi yang lebih akurat dalam berbagai program pembiayaan pendidikan.

Melalui kolaborasi ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pendidikan tinggi berbasis data. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Editor: Gokli