Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty Kemendikdasmen Raih Penghargaan WSIS Prizes 2026
Oleh : Redaksi
Sabtu | 13-06-2026 | 12:10 WIB
pbb-dikdasmen.jpg Honda-Batam
Kemendikdasmen yakni Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil meraih predikat Champion Project dalam ajang bergengsi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Dua inovasi digital unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil meraih predikat Champion Project dalam ajang bergengsi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan telekomunikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan internasional tertinggi terhadap inovasi yang memberikan dampak signifikan bagi pembangunan berkelanjutan global.

Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang unggul dalam pengembangan Infrastruktur Digital Publik (Digital Public Infrastructure/DPI) yang aman, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat dalam skala luas.

Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi pendidikan nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan ke dalam satu ekosistem digital terpadu. Sementara itu, Anugerah Bug Bounty atau Ethical Hacking Competition merupakan program keamanan siber berbasis pelaporan kerentanan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan ekosistem digital pendidikan.

Kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden. Program ini diinisiasi Kemendikdasmen untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, dinamis, dan merata bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Digitalisasi pembelajaran dikembangkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan pendidikan, mulai dari rendahnya capaian literasi hingga dampak learning loss pascapandemi. Upaya tersebut juga diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggulan, dan penerapan digitalisasi pembelajaran secara menyeluruh.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh peserta didik.

"Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi, melainkan komitmen negara untuk memastikan setiap murid, di mana pun mereka berada, mendapatkan pendidikan berkualitas. Melalui Digitalisasi Pembelajaran sebagai PHTC Presiden, kita sedang membangun fondasi pendidikan yang tidak hanya relevan untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia," ujar Abdul Mu'ti.

Penghargaan WSIS Prizes 2026 diperoleh melalui proses seleksi yang ketat. Dari 1.596 proyek yang terdaftar dari berbagai negara, hanya 360 proyek terbaik yang lolos sebagai nominasi pada 18 kategori WSIS Action Lines. Tahapan pemungutan suara publik secara daring juga berhasil menghimpun sekitar 2,2 juta suara.

Dengan dukungan luas dari masyarakat, Rumah Pendidikan berhasil menjadi Champion Project pada kategori E-Government. Sementara Anugerah Bug Bounty meraih predikat serupa pada kategori Building Confidence and Security in Use of ICTs.

Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan dan implementasi kedua inovasi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama para guru, peserta didik, serta masyarakat yang terus mendukung kemajuan pendidikan nasional.

"Capaian ini adalah milik bersama; milik para guru yang setiap hari menunjukkan dedikasinya di ruang kelas, para murid yang terus belajar dengan semangat, dan seluruh masyarakat yang mempercayai bahwa pendidikan ialah investasi terbaik bangsa. Kita belum selesai, penilaian dewan juri masih berlanjut. Tapi satu hal yang pasti: Indonesia sudah membuktikan bahwa inovasi pendidikan kita diakui dunia," katanya.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat transformasi digital pendidikan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB, khususnya dalam mewujudkan akses pendidikan yang aman, berkualitas, dan setara bagi seluruh anak Indonesia.

Meski telah meraih status Champion Project, proses penilaian WSIS Prizes 2026 masih berlangsung. Seluruh proyek yang menyandang predikat champion akan kembali bersaing untuk memperebutkan gelar Winner pada masing-masing kategori.

Pemenang akhir WSIS Prizes 2026 dijadwalkan diumumkan dalam malam puncak WSIS Forum 2026 yang akan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Jenewa, Swiss.

Editor: Gokli