Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penuh Haru. Petugas Lepas Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Oleh : Saibansah
Selasa | 16-06-2026 | 11:28 WIB
AR-BTD-8021-Haji-Indonesia.jpg Honda-Batam
Para petugas PPIH Daker Madinah saat melepas keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia gelombang kedua menuju Tanah Air dari Sektor 1 Madinah, Senin (15/6/2026) malam WAS. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah melepas keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia gelombang kedua menuju Tanah Air dari Sektor 1 Madinah, Senin (15/6/2026) malam waktu Arab Saudi.

Kloter KJT 21 asal Jawa Barat yang berjumlah 444 jemaah menjadi kelompok terbang pertama yang dipulangkan melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka dijadwalkan bertolak ke Indonesia pada Selasa (16/6/2026) pukul 00.20 WAS dengan penerbangan SV5185.

Suasana haru mewarnai prosesi pelepasan. Sejumlah petugas tampak melambaikan tangan dan mengantarkan doa kepada para jemaah yang selama sembilan hari terakhir menetap di Kota Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Kepala Seksi Media Center Haji (MCH) Madinah, Ranita Erlanti Harahap, berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.

"Kami mendoakan seluruh jemaah selamat dalam perjalanan, menjadi haji mabrur, dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di rumah," ujar Ranita saat melepas keberangkatan jemaah.

Sebanyak sembilan unit bus disiapkan untuk mengangkut jemaah dari kawasan penginapan menuju bandara. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit sebelum jemaah menjalani proses administrasi dan pemeriksaan keberangkatan di terminal bandara.

Kepala Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, mengatakan proses pendorongan jemaah dari hotel menuju bandara berjalan lancar meskipun sempat dihadapkan pada kendala teknis terkait kepadatan jadwal keberangkatan.

Menurut dia, pada waktu yang hampir bersamaan juga berlangsung proses keberangkatan jemaah dari India dan Pakistan sehingga memerlukan pengaturan yang lebih cermat di area bandara.

"Secara keseluruhan proses keberangkatan berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat diberangkatkan sesuai jadwal," kata Ramlan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum jadwal kepulangan. Koper bagasi jemaah, misalnya, telah ditimbang dan dikirim lebih dahulu ke bandara sejak dua hari sebelumnya untuk mempercepat proses keberangkatan.

Menurut Ramlan, kesiapan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pemulangan jemaah pada hari pertama gelombang kedua.

Ia juga mengingatkan seluruh jemaah yang akan dipulangkan pada hari-hari berikutnya agar mematuhi jadwal yang telah ditentukan oleh petugas.

"Kami berharap jemaah dapat mengikuti seluruh jadwal keberangkatan dengan disiplin karena proses penerbangan harus berjalan sesuai waktu yang telah ditetapkan," ujarnya.

Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua melalui Bandara AMAA Madinah berlangsung pada 16–30 Juni 2026. Adapun kedatangan terakhir jemaah di Indonesia dijadwalkan pada 1 Juli 2026.

Sebelumnya, pemulangan jemaah gelombang pertama telah berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada 1–15 Juni 2026. Dengan dimulainya kepulangan gelombang kedua, operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Editor: Dardani