Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua KPPU Dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan, Perkenalkan Konsep 'Konstanta Asa' untuk Dorong Efisiensi Pembangunan
Oleh : Rerdaksi
Senin | 15-06-2026 | 15:48 WIB
1506_pengukuhan-frofesor-irfan.jpg Honda-Batam
Ketua KPPU, M Fanshurullah Asa, resmi dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang Teknik Sipil dengan spesialisasi Manajemen Konstruksi oleh Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. (Foto: KPPU)

BATAMTODAY.COM, Semarang - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M Fanshurullah Asa, resmi dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang Teknik Sipil dengan spesialisasi Manajemen Konstruksi oleh Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Pengukuhan dilakukan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Unissula pada Minggu (15/6/2026), yang dihadiri sejumlah pejabat negara, akademisi, pelaku usaha, serta jajaran KPPU.

Dalam orasi ilmiahnya, pria yang akrab disapa Ifan itu memperkenalkan konsep baru yang diberi nama 'Konstanta Asa', yakni gagasan yang menekankan pentingnya perbaikan sistem manajemen sebagai faktor peningkatan produktivitas ekonomi tanpa harus menambah modal maupun tenaga kerja baru.

Menurutnya, hasil penelitian yang menjadi dasar konsep tersebut menunjukkan bahwa tata kelola yang baik mampu menciptakan efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak berantai terhadap fungsi produksi nasional.

"Perbaikan sistem manajemen yang dilakukan secara konsisten mampu meningkatkan output ekonomi. Produktivitas tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal dan tenaga kerja, tetapi juga kualitas tata kelola dan manajemen," ujar Ifan.

Ia menjelaskan, pembangunan ekonomi modern tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan sumber daya manusia. Faktor lain seperti kemajuan teknologi, kualitas tata kelola, serta iklim persaingan usaha yang sehat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam paparannya, Ifan menekankan tiga pilar utama yang harus berjalan beriringan untuk mendukung pembangunan nasional, yakni efisiensi produksi berbasis ekonomi dan teknologi, tata kelola yang baik melalui sistem manajemen yang efektif, serta struktur pasar yang kompetitif melalui kebijakan dan penegakan hukum persaingan usaha.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Tanpa efisiensi, biaya pembangunan akan membengkak. Tanpa tata kelola yang baik, pembangunan berpotensi kehilangan arah. Sementara tanpa persaingan usaha yang sehat, pembangunan tidak akan menghasilkan keadilan maupun produktivitas optimal.

Konsep Konstanta Asa juga menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penguatan tata kelola, inovasi, dan persaingan usaha yang sehat, tanpa selalu bergantung pada investasi besar.

Ifan menilai sektor konstruksi, energi, dan infrastruktur menjadi contoh nyata pentingnya tata kelola dan persaingan usaha dalam menentukan kualitas pembangunan. Praktik persekongkolan tender, hambatan masuk pasar, hingga struktur pasar yang terlalu terkonsentrasi dinilai dapat meningkatkan biaya pembangunan dan mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.

Karena itu, KPPU terus mendorong penguatan penegakan hukum persaingan usaha serta implementasi Program Kepatuhan Persaingan Usaha guna menciptakan pasar yang lebih kompetitif, efisien, dan berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Ifan juga menawarkan delapan pilar strategis untuk meningkatkan tata kelola dan daya saing sektor konstruksi serta energi. Beberapa di antaranya meliputi percepatan reformasi regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, penguatan kelembagaan profesi insinyur, penerapan standar manajemen proyek internasional, reformasi kelembagaan jasa konstruksi, hingga percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga yang terintegrasi dengan Program Tiga Juta Rumah.

Seluruh langkah tersebut, kata dia, bertujuan menciptakan pembangunan yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif, sekaligus memperkuat produktivitas nasional melalui tata kelola yang baik dan persaingan usaha yang sehat.

Sidang pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto, Kepala BPKN Muhammad Mufti Mubarok, jajaran Senat Akademik Unissula, para guru besar, sivitas akademika, unsur pemerintah, pelaku usaha, serta pimpinan dan pejabat KPPU.

Konstanta Asa merupakan konsep yang dikembangkan dari penelitian mengenai kontribusi sistem manajemen mutu terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen yang konsisten mampu menghasilkan multiplier effect sebesar 1,06 pada fungsi produksi nasional, sehingga meningkatkan produktivitas melalui perbaikan tata kelola, inovasi, dan efisiensi sistem.

Editor: Gokli