Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Muharam 1448 H, Kemenag Ajak Umat Hijrah Digital dan Perkuat Solidaritas Sosial
Oleh : Redaksi
Senin | 15-06-2026 | 12:28 WIB
Arsad-Hidayat2.jpg Honda-Batam
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial sekaligus melakukan hijrah digital dengan menghentikan penyebaran ujaran kebencian di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Kemenag seiring semakin besarnya peran ruang digital dalam kehidupan masyarakat. Selain memperkuat hubungan dengan sesama, umat Islam juga didorong memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan, inspirasi, dan perdamaian.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan Muharam mengandung makna hijrah yang tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.

"Refleksi Muharam mengajak kita bertanya pada diri sendiri, apakah ibadah yang kita lakukan selama ini sudah menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama," ujar Arsad Hidayat di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurut Arsad, nilai-nilai keagamaan harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata. Ia menegaskan bahwa keberagamaan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah personal, tetapi juga melalui perhatian kepada kelompok rentan, termasuk anak yatim dan fakir miskin.

Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan berbagai program pemberdayaan yang terus dikembangkan Kementerian Agama melalui penguatan fungsi masjid, optimalisasi zakat dan wakaf, serta berbagai layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Jangan sampai ibadah hanya berhenti pada ritual. Muharam mengingatkan kita bahwa keberagamaan harus melahirkan empati, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menekankan bahwa semangat hijrah juga harus tercermin dalam aktivitas masyarakat di ruang digital. Menurutnya, media sosial perlu diisi dengan narasi yang mencerahkan, bukan konten yang memicu perpecahan atau kebencian.

Ismail menilai kedamaian tidak hanya diwujudkan melalui tindakan di dunia nyata, tetapi juga melalui cara masyarakat berkomunikasi di dunia maya. "Hijrah di era digital berarti mengubah cara kita berinteraksi. Jemari kita harus menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya," ujar Ismail Fahmi.

Ia menambahkan, penyuluh agama memiliki peran penting dalam memperkuat literasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan mudah dipahami masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperluas penyebaran pesan-pesan keagamaan yang mendorong persaudaraan, optimisme, serta kepedulian sosial.

Menurut Ismail, semangat Muharam 1448 Hijriah juga sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam membangun ekosistem layanan keagamaan yang inklusif sebagaimana terus didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Melalui momentum Muharam 1448 H, masyarakat diharapkan tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan manfaat dan kedamaian bagi lingkungan sekitar," tandasnya.

Kemenag berharap peringatan Tahun Baru Islam tahun ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya budaya digital yang lebih santun, produktif, dan penuh kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Editor: Gokli