Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lulusan Vokasi Industri 2025 Capai 5.472 Orang, Mayoritas Langsung Terserap Dunia Kerja
Oleh : Redaksi
Rabu | 10-06-2026 | 14:28 WIB
vokasi-industri3.jpg Honda-Batam
JARVIS 2025, sebanyak 82,8 ribu peserta mendaftar untuk mengikuti seleksi masuk politeknik dan akademi komunitas Kemenperin. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai bagian dari strategi transformasi manufaktur nasional dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Melalui pendidikan vokasi berbasis link and match dengan kebutuhan industri, kementerian tersebut berhasil mencetak ribuan tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pengembangan SDM industri merupakan investasi strategis untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menurutnya, seluruh unit pendidikan vokasi di bawah Kemenperin dirancang dengan spesialisasi dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta karakter kerja yang kuat.

"Lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri," ujar Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Sepanjang 2025, Kemenperin menghasilkan 5.472 lulusan dari unit pendidikan vokasi yang terdiri atas 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai daerah. Mayoritas lulusan tersebut berhasil terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Doddy Rahadi, menilai tingginya tingkat penyerapan lulusan menjadi bukti efektivitas sistem pendidikan vokasi yang diterapkan Kemenperin.

Ia menjelaskan, kurikulum pendidikan vokasi dirancang berdasarkan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki keterampilan yang relevan dan siap bekerja sejak awal memasuki dunia usaha. "Model pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri membuat lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja saat ini," kata Doddy.

Selain mengutamakan teori, pendidikan vokasi Kemenperin juga menitikberatkan pada praktik langsung di lingkungan industri melalui pembelajaran berbasis kompetensi. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis.

Keberhasilan program ini juga tercermin dari kiprah para alumni di berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Jeihza Malik, lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal yang kini bekerja di Mono Group Hungaria pada divisi Sanding Department.

Jeihza mengaku kesempatan bekerja di kawasan industri Eropa sebelum wisuda merupakan pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya. Menurut dia, keberhasilan tersebut didukung oleh kombinasi pembelajaran teori, praktik, disiplin kerja, dan interaksi langsung dengan pelaku industri selama masa studi.

Kisah sukses lainnya datang dari Pipit Fitriyani yang kini menjabat sebagai General Manager di PT TESTEX Testing and Certification. Ia menilai pendidikan vokasi Kemenperin memberikan bekal yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Sementara itu, Muhammad Daffa Kayana berhasil melanjutkan pendidikan ke Nanjing Tech University setelah lulus dari SMK-SMAK Padang pada 2025. Daffa menilai pengalaman belajar teori dan praktik laboratorium selama di sekolah menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk menjaga keberlanjutan penyediaan SDM industri yang unggul, Kemenperin terus membuka akses pendidikan melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS). Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

Pada pelaksanaan JARVIS 2025, sebanyak 82,8 ribu peserta mendaftar untuk mengikuti seleksi masuk politeknik dan akademi komunitas Kemenperin. Sementara itu, 28,8 ribu peserta tercatat mengikuti seleksi penerimaan di SMK binaan Kemenperin.

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan vokasi industri yang dinilai mampu menghasilkan lulusan kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing tinggi guna mendukung pertumbuhan industri nasional.

Editor: Gokli