Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, Kemdiktisaintek Perkuat SMA Unggul Garuda
Oleh : Redaksi
Senin | 08-06-2026 | 15:08 WIB
Brian-Yuliarto3.jpg Honda-Batam
Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto. (Kemdiktisaitek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa Program SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.

Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional sekaligus memperluas akses bagi talenta terbaik dari seluruh daerah agar dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan merata.

SMA Unggul Garuda terdiri atas dua skema, yakni SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda Transformasi. Skema SMA Unggul Garuda Baru dibangun di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan guna mendorong pemerataan kesempatan belajar. Sementara itu, skema SMA Unggul Garuda Transformasi diterapkan pada sekolah yang telah berjalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional.

Pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah akan mengoperasikan empat SMA Unggul Garuda Baru yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Konawe Selatan. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 sekolah baru di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, pada periode 2025-2026, sebanyak 42 sekolah dan madrasah telah ditetapkan sebagai bagian dari program SMA Unggul Garuda Transformasi. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 80 sekolah pada 2029.

Program SMA Unggul Garuda Baru juga memberikan beasiswa penuh kepada seluruh peserta didik yang diterima. Seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, terukur, dan berbasis kompetensi. Hasil seleksi pada empat sekolah perdana menunjukkan siswa terpilih berasal dari berbagai daerah dengan rata-rata nilai akademik 88. Adapun sebaran terbanyak berasal dari Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan DKI Jakarta.

Pada sisi lain, sejumlah sekolah dalam program SMA Unggul Garuda Transformasi mencatat peningkatan kinerja yang signifikan. Pada 12 sekolah yang terlibat, jumlah Letter of Acceptance (LoA) dari 100 universitas terbaik dunia meningkat 167 persen, dari 587 LoA pada 2025 menjadi 1.567 LoA pada 2026.

Dalam periode yang sama, jumlah siswa yang diterima di universitas tersebut juga meningkat dari 132 menjadi 330 siswa, atau tumbuh sebesar 150 persen. Capaian ini menunjukkan meningkatnya daya saing pelajar Indonesia di tingkat global.

Kemdiktisaintek menyatakan memahami adanya perhatian publik terkait pemerataan akses pendidikan dan prioritas anggaran. Pemerintah menegaskan bahwa Program SMA Unggul Garuda tetap berjalan selaras dengan berbagai program peningkatan mutu pendidikan lainnya, termasuk penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas guru, serta transformasi metode pembelajaran.

Untuk menjamin keberlanjutan program, pemerintah mengalokasikan dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendukung operasional Sekolah Garuda. Dana tersebut direncanakan mulai dimanfaatkan pada 2030, dengan akumulasi mencapai Rp6,198 triliun hingga 2026.

Melalui Program SMA Unggul Garuda, Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat ekosistem pengembangan talenta nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak. Pemerintah berharap program ini mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, inovatif, serta berdaya saing global dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Editor: Gokli