Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menhaj dan Amirul Hajj Tinjau Dua Dapur Katering di Madinah
Oleh : Saibansah
Jumat | 05-06-2026 | 08:28 WIB
cek-dapur2.jpg Honda-Batam
Menhaj dan Amirul Hajj Tinjau Dua Dapur Katering di Madinah Menhaj RI Mochammad Irfan Yusuf bersama sejumlah anggota Amirul Hajj meninjau dua dapur katering penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Madinah, Rabu (3/6/2026). (Foto: Kemenhaj RI)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf bersama sejumlah anggota Amirul Hajj meninjau dua dapur katering penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Madinah, Rabu (3/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan konsumsi bagi jemaah haji gelombang kedua yang akan tiba di Kota Nabi.

Dua perusahaan katering yang dikunjungi adalah Meez Mery Catering dan Uhud Taiba. Peninjauan menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap kualitas layanan makanan yang disediakan bagi jemaah selama berada di Madinah.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan dan rombongan memeriksa berbagai aspek operasional dapur, mulai dari proses pengolahan makanan, penyimpanan bahan baku, hingga penggunaan bumbu dan bahan pendukung lainnya.

Menurut Gus Irfan, pengawasan difokuskan pada pemenuhan standar kebersihan, kesehatan, dan kualitas makanan yang akan dikonsumsi jemaah.

"Kami ingin memastikan proses memasak dan pelayanan kepada jemaah dilakukan dengan baik, bersih, dan memenuhi standar kesehatan," ujar Irfan.

Selain meninjau kualitas layanan, pemerintah juga melihat peluang pemanfaatan bahan pangan asal Indonesia dalam rantai pasok katering haji di Arab Saudi. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah bahan yang berpotensi dipasok langsung dari Indonesia, namun saat ini masih didatangkan melalui negara lain.

Salah satu temuan tersebut adalah produk santan yang digunakan dalam proses memasak. Menurut Irfan, bahan baku santan kemungkinan berasal dari Indonesia, tetapi dipasarkan dengan merek dari negara lain. Temuan serupa juga dijumpai pada komoditas ikan patin yang masih dipasok dari luar negeri.

Ia menilai Indonesia memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut bagi pasar katering haji di Arab Saudi.

Meski demikian, Irfan mengakui upaya ekspor bahan pangan Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya biaya logistik akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut turut memengaruhi rencana pengiriman sejumlah komoditas, termasuk beras dan bumbu masakan.

Menurut dia, apabila kondisi kawasan membaik dan jalur distribusi kembali normal, peluang produk pangan Indonesia untuk masuk ke pasar katering haji dan umrah Arab Saudi akan semakin besar.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah mengupayakan penggunaan bahan pangan tertentu dari Indonesia melalui kontrak penyediaan katering. Namun, pelaksanaannya belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi yang dihadapi pada musim haji tahun ini.

"Peluangnya sangat besar. Indonesia memiliki berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku agar produk nasional bisa masuk dan bersaing di pasar Arab Saudi," kata Irfan.

Pemerintah berharap keterlibatan produk pangan Indonesia dalam layanan katering haji dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional.

Editor: Dardani


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: