Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gus Irfan Lihat Peluang Ekspor Produk Pangan Indonesia
Oleh : Saibansah
Jumat | 05-06-2026 | 08:08 WIB
gus-irfan.jpg Honda-Batam
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf didampingi Sekjen Kemenhaj Sekjen Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho (kanan) dan Kadaker Madinah Khalilurahman. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf menilai produk pangan Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk ke rantai pasok katering haji di Arab Saudi. Sejumlah komoditas seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, hingga berbagai bumbu masakan dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Peluang tersebut teridentifikasi saat Irfan bersama Tim Amirul Hajj meninjau dua perusahaan katering penyedia makanan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah, yaitu Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering, Rabu (3/6/2026).

Menurut Irfan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah, tetapi juga untuk melihat peluang pemanfaatan bahan pangan asal Indonesia oleh perusahaan katering yang melayani jemaah Indonesia.

Dari hasil peninjauan, ia menemukan sejumlah bahan pangan yang diduga berasal dari Indonesia, namun dipasarkan atau dipasok melalui negara lain. Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah santan yang digunakan dalam pengolahan makanan katering haji.

Selain itu, Irfan juga menemukan komoditas ikan patin yang saat ini dipasok dari negara lain, padahal Indonesia memiliki kapasitas produksi yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kita melihat ikan patin dipasok dari negara lain, padahal Indonesia memiliki kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia," ujar Gus Irfan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat penetrasi produk pangan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya biaya logistik serta kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi kelancaran distribusi barang.

Irfan mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah menjajaki pengiriman beberapa komoditas, termasuk beras dan bumbu masakan, untuk kebutuhan katering haji. Namun upaya tersebut belum berjalan optimal akibat tingginya biaya transportasi dan gangguan pada jalur pengiriman.

Menurut dia, apabila kondisi kawasan Timur Tengah semakin stabil dan rantai distribusi kembali normal, peluang produk pangan Indonesia untuk bersaing di pasar Arab Saudi akan semakin terbuka. Pasar katering haji dan umrah dinilai memiliki potensi besar mengingat kebutuhan konsumsi jutaan jemaah setiap tahunnya.

Untuk memperkuat pemanfaatan produk nasional, pemerintah juga membuka kemungkinan memasukkan persyaratan penggunaan bahan pangan asal Indonesia dalam kontrak penyediaan katering haji pada masa mendatang. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha nasional sekaligus mendorong peningkatan ekspor ke Arab Saudi.

Irfan berharap perbaikan kondisi logistik global dan stabilitas kawasan dapat menjadi momentum bagi semakin banyak produk pangan Indonesia masuk ke pasar katering haji dan umrah Arab Saudi. Selain meningkatkan nilai ekspor, upaya tersebut juga diharapkan memperluas keterlibatan pelaku usaha nasional dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Editor: Dardani