Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perkuat Komunikasi, Menhaj Kunjungi RS Saudi German Hospital di Madinah
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 05-06-2026 | 09:28 WIB
0506_Menhaj-kunjungi-RS-Germany.jpg Honda-Batam
Gus Irfan saat melakukan kunjungan ke Saudi German Hospital (SGH) di Madinah, Rabu (3/6/2026). (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf meminta penguatan mekanisme komunikasi antara otoritas haji Indonesia dan rumah sakit di Arab Saudi terkait penanganan serta pemulangan pasien jemaah haji Indonesia.

Menurut Irfan, komunikasi yang lebih efektif diperlukan untuk memastikan setiap jemaah memperoleh layanan kesehatan yang optimal selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Hal tersebut disampaikan Irfan usai melakukan kunjungan ke Saudi German Hospital (SGH) di Madinah, Rabu (3/6/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia.

Irfan mengungkapkan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam koordinasi dengan beberapa rumah sakit yang menangani jemaah Indonesia. Salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah komunikasi terkait prosedur pemulangan pasien, pengelolaan rekam medis rujukan, hingga mekanisme pemindahan pasien ke fasilitas kesehatan lain.

Menurut dia, dalam beberapa kasus ditemukan jemaah yang dipulangkan dari rumah sakit ketika kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih. Akibatnya, sebagian pasien harus kembali menjalani perawatan karena kondisi kesehatannya menurun.

"Kami berharap komunikasi dapat berjalan lebih cepat sehingga setiap keputusan pemulangan pasien dilakukan setelah kondisi kesehatannya benar-benar optimal," ujar Irfan.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan di Arab Saudi dalam satu tahun terakhir. Salah satu fokusnya adalah memperkuat kemitraan dengan Saudi German Hospital mengingat tingginya jumlah warga Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi setiap tahun, baik untuk ibadah haji maupun umrah.

Selain pelayanan kesehatan umum, pemerintah juga menaruh perhatian pada dukungan medis untuk program safari wukuf serta penanganan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan saat menjalani perpindahan dari Makkah ke Madinah.

Menurut Irfan, koordinasi yang baik diperlukan agar jemaah tetap mendapatkan layanan kesehatan yang memadai tanpa mengganggu pelaksanaan rangkaian ibadah.

Sementara itu, Direktur Saudi German Hospital, dr. Tamel El Damak, mengatakan rumah sakitnya telah menangani 69 jemaah haji Indonesia selama fase kedatangan gelombang pertama di Madinah. Seluruh pasien tersebut, kata dia, telah mendapatkan perawatan hingga kondisinya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Tamel juga mengakui adanya kendala komunikasi terkait masa perawatan pasien. Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi adalah keterlibatan perusahaan asuransi dalam menentukan durasi perawatan pasien di rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Saudi German Hospital telah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Namun, perpanjangan masa rawat inap umumnya hanya dapat diberikan kepada pasien dengan kondisi akut atau penyakit kronis sesuai ketentuan yang berlaku.

Menutup pertemuan tersebut, pihak Saudi German Hospital menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi jemaah haji dan umrah Indonesia pada masa mendatang.

Editor: Saibansah Dardani