Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Puncak Haji 2026 Dinilai Lebih Baik, Kepadatan Tenda dan Toilet Jadi Evaluasi
Oleh : Saibansah
Selasa | 02-06-2026 | 15:48 WIB
puncak-haji.jpg Honda-Batam
Jemaah haji Indonesia sedang melakukan wukuf di Padang Arafah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dinilai berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan layanan dan penguatan koordinasi antarpetugas disebut berkontribusi terhadap kelancaran pergerakan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan secara umum penyelenggaraan fase Armuzna berjalan lancar. Menurut dia, jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman, sementara kualitas pelayanan yang diberikan petugas menunjukkan peningkatan dibandingkan musim haji sebelumnya.

Basir menuturkan sebagian besar laporan atau aduan yang muncul selama fase Armuzna bersifat minor dan dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan. Karena itu, berbagai kendala yang terjadi tidak sampai mengganggu pelaksanaan ibadah jemaah secara signifikan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian, terutama terkait kepadatan tenda dan ketersediaan fasilitas toilet di beberapa lokasi layanan jemaah.

Menurut Basir, kedua persoalan tersebut masih menjadi catatan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Namun, kondisi yang terjadi dinilai lebih terkendali dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah kelancaran proses mobilisasi jemaah selama fase Armuzna. Basir menyebut proses perpindahan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina berlangsung lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data operasional, seluruh proses pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina telah selesai pada pukul 02.00 waktu Arab Saudi. Sementara itu, proses pengangkutan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina dapat dituntaskan pada pukul 06.20 waktu setempat.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan koordinasi antara petugas haji, penyedia layanan (syarikah), sektor transportasi, dan otoritas terkait berjalan cukup efektif selama operasional puncak haji.

Selain itu, pelaksanaan program tanazul bagi sebagian jemaah di Mina Zona 5 juga dinilai berjalan sesuai perencanaan. Skema tersebut disebut membantu mengurangi kepadatan di area Mina sekaligus memberikan kemudahan bagi jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah.

Meski mencatat sejumlah kemajuan, Basir menegaskan pemerintah akan tetap menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan jemaah maupun petugas selama penyelenggaraan haji berlangsung.

Menurut dia, seluruh temuan dan catatan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas layanan pada musim haji berikutnya. Evaluasi berkelanjutan dinilai penting untuk mendorong transformasi penyelenggaraan haji Indonesia agar semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Seiring berakhirnya fase Armuzna, operasional haji Indonesia kini memasuki tahapan pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pemerintah berharap berbagai perbaikan yang telah dilakukan pada musim haji tahun ini dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan haji pada masa mendatang.

Editor: Dardani