Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Warga Diimbau Manfaatkan Posko Pemeriksaan

Kasus Malaria Ditemukan di Senggarang, Dinkes Tanjungpinang Minta Warga Tingkatkan Kebersihan Lingkungan
Oleh : Devi Handiani
Selasa | 02-06-2026 | 10:08 WIB
posko-malaria.jpg Honda-Batam
Dinkes Dalduk Tanjungpinang telah mebuka posko pemeriksaan malaria guna mempercepat deteksi dini dan penanganan kasus di Kelurahan Senggarang. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan menyusul ditemukannya sejumlah kasus malaria di Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Dalduk meningkatkan pengawasan di wilayah RW 4, RW 6, dan RW 7 yang menjadi fokus pemantauan. Selain itu, posko pemeriksaan malaria juga dibuka guna mempercepat deteksi dini dan penanganan kasus di tengah masyarakat.

Kepala Dinkes Dalduk Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan seluruh warga, baik yang mengalami gejala maupun tidak, diharapkan memanfaatkan layanan pemeriksaan yang telah disediakan. "Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan di posko yang tersedia agar kasus malaria dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat," ujar Rustam, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, deteksi dini dan pengobatan yang tepat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan malaria. Pasien yang segera mendapatkan perawatan hingga sembuh tidak akan menjadi sumber penularan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Rustam mengungkapkan, hingga saat ini petugas kesehatan masih terus melakukan penelusuran kasus secara aktif dan pasif di wilayah terdampak. Karena proses pencarian masih berlangsung, jumlah kasus yang ditemukan berpotensi bertambah.

Selain melakukan pengawasan dan pengobatan, Dinkes Dalduk menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyebaran malaria. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi habitat nyamuk Anopheles, vektor penyebab malaria.

Ia menjelaskan, genangan air, semak belukar, serta kawasan rawa yang tidak terawat dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Oleh karena itu, masyarakat diminta rutin membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.

"Perawatan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari membersihkan semak, menghilangkan genangan air hingga menjaga kebersihan area sekitar rumah," katanya.

Terkait penanganan pasien, Rustam menegaskan bahwa penderita malaria wajib menjalani pengobatan secara tuntas selama 14 hari menggunakan obat Di Hydroartemisinin Piperaquine (DHP) dan Primakuin yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan. "Pengobatan harus dijalani hingga selesai sesuai anjuran. Obat DHP tidak diperjualbelikan karena disalurkan langsung oleh Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Dinkes Dalduk juga mengingatkan warga untuk membiasakan pola hidup bersih dengan menimbun genangan air, memangkas rumput dan ilalang yang tinggi, serta tidak menggantung pakaian kotor di dalam rumah yang berpotensi menjadi tempat hinggap nyamuk.

Rustam menegaskan, keberhasilan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Semua pihak harus berpartisipasi menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat agar risiko penyebaran malaria dapat ditekan semaksimal mungkin," tegasnya.

Dengan pengawasan yang diperketat, pemeriksaan dini yang terus digencarkan, pengobatan yang tuntas, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, Dinkes Dalduk Kota Tanjungpinang optimistis penyebaran malaria di Kelurahan Senggarang dapat segera dikendalikan.

Editor: Gokli