Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tiga Pelajar Indonesia Raih Bronze Medal Lewat Inovasi Penyimpanan Hasil Panen Bertenaga Surya di IYS 2026 Malaysia
Oleh : Redaksi
Selasa | 02-06-2026 | 10:48 WIB
Bronze-Medal.jpg Honda-Batam
Tiga siswa MAN IC Sumedang berhasil meraih Bronze Medal berkat inovasi penyimpanan dingin bertenaga surya yang dirancang untuk mengurangi kerusakan hasil panen di daerah tropis di ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Malaysia. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Sumedang - Tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Malaysia. Mereka meraih Bronze Medal berkat inovasi penyimpanan dingin bertenaga surya yang dirancang untuk mengurangi kerusakan hasil panen di daerah tropis.

Ketiga siswa tersebut adalah Zahwa Tsabita Karima, Naura Mayla Hana Hakima, dan Naufal Dzaki Hibatullah. Melalui karya berjudul Smart Chill (Smart Solar Storage): An Integrated Solar-Powered Cold Storage Innovation for Reducing Post-Harvest Losses in Tropical Food Systems, mereka berhasil menembus jajaran pemenang dalam kompetisi internasional yang berlangsung pada 30-31 Mei 2026.

Kepala MAN IC Sumedang, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa SMART CHILL merupakan konsep penyimpanan dingin yang memanfaatkan energi matahari untuk menjaga kualitas hasil pertanian agar tetap segar dalam jangka waktu lebih lama.

Menurutnya, sistem tersebut mengintegrasikan panel surya, baterai penyimpan energi, material penyimpan suhu dingin, serta teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini dirancang untuk dapat diterapkan di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

"SMART CHILL memungkinkan hasil panen disimpan pada suhu ideal sehingga risiko kerusakan pascapanen dapat ditekan secara signifikan," ujar Hilal Najmi, Selasa (2/6/2026), demikian dikutip laman Kemenag.

Ia menambahkan, inovasi tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi kerugian petani akibat hasil panen yang rusak sebelum sampai ke konsumen, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan petani, menekan emisi karbon, dan mendukung ketahanan pangan di kawasan tropis.

Hilal mengaku bangga atas pencapaian para siswanya yang mampu bersaing di tingkat internasional melalui gagasan yang menawarkan solusi nyata terhadap persoalan pertanian. "Yang membanggakan bukan hanya medali yang diraih, tetapi keberanian mereka untuk berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara melalui inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.

Bersaing dengan Mahasiswa dari Berbagai Negara

Pada kategori Agriculture, SMART CHILL harus menghadapi puluhan karya inovatif dari berbagai negara. Tim MAN IC Sumedang berhasil masuk dalam 12 finalis terbaik yang diundang untuk mempresentasikan inovasinya secara langsung di Malaysia.

Persaingan terbilang ketat karena mayoritas peserta berasal dari kalangan mahasiswa program sarjana hingga magister. Sementara itu, ketiga anggota tim MAN IC Sumedang masih berstatus siswa kelas X.

Dalam sesi penjurian, mereka memaparkan konsep penyimpanan dingin berbasis energi surya melalui pameran poster dan presentasi di hadapan dewan juri internasional. Penilaian mencakup aspek teknis, manfaat, hingga peluang implementasi inovasi di lapangan.

Zahwa Tsabita Karima mengaku sempat merasa gugup ketika mengetahui sebagian besar peserta merupakan mahasiswa. Namun pengalaman tersebut justru meningkatkan rasa percaya dirinya untuk terus berinovasi.

"Setelah bertemu dan berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara, saya menyadari bahwa usia bukanlah hambatan untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi," ujarnya.

Hal senada disampaikan Naura Mayla Hana Hakima. Ia menilai kompetisi tersebut memberikan pelajaran penting tentang kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif.

"Kompetisi ini mengajarkan bahwa ide yang baik harus mampu dijelaskan dengan jelas, mulai dari alasan pentingnya inovasi, cara kerja, hingga dampaknya bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Naufal Dzaki Hibatullah mengaku terinspirasi oleh berbagai inovasi yang ditampilkan peserta lain selama kompetisi berlangsung.

Menurutnya, pengalaman tersebut memperkuat keyakinan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi yang rumit, melainkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi banyak orang. "Medali perunggu ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SMART CHILL dan menghadirkan inovasi yang lebih baik di masa mendatang," tuturnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi yang menjawab tantangan nyata, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Editor: Gokli