Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Speedboat Wisata Mangrove di Lagoi Terbalik, Delapan Wisatawan Asing Selamat
Oleh : Harjo
Selasa | 02-06-2026 | 08:08 WIB
020606_wisata-mangrove-lagoi-02.jpg Honda-Batam
Suasana di Poliklinik BRC Lagoi, saat sebagian wisatawan menjalani pemeriksaan kesehatan. (Foto: Harjo/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sebuah speedboat wisata mangrove milik Yayasan BAP terbalik saat membawa delapan wisatawan asing di kawasan wisata mangrove Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Beruntung, seluruh penumpang dipastikan selamat dalam insiden tersebut. Selain delapan wisatawan asing, speedboat tersebut juga ditumpangi tekong M Azli (30) dan pemandu wisata Eric Cantona (29).

Adapun wisatawan yang berada di dalam speedboat itu masing-masing Syed Farhat Bin Syed Ali (36) asal Singapura, Zairen Amira Binti Zainal Abidin (36) asal Malaysia, Sharifa Helwa Azzahra Abidin (9) asal Singapura, Sharifa Aminah Binti Syed Ali Abidin (24).

Kemudian Syed Esa Bin Syed Ezzet (23), Sharifah Shafiqah Binti Ezzat (27), Syed Muhammad Farid Bin Syed Hamza (27), serta Sharifah Najwa Binti Syed Muhammad Farid yang masih berusia enam bulan. Tujuh merupakan warga Singapura, dan satunya lagi wisatawan asal Malaysia.

Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Syafril, menjelaskan speedboat berbahan fiber dengan mesin berkekuatan 40 PK itu berangkat dari Kelong Mangrove untuk membawa wisatawan menyusuri kawasan wisata mangrove.

"Sebelum berangkat, seluruh penumpang, termasuk tekong dan tour guide, telah dilengkapi alat keselamatan berupa life jacket," ujar Syafril, Senin (1/6/2026) malam.

Dalam perjalanan, cuaca berubah menjadi hujan deras. Air hujan yang masuk ke dalam speedboat kemudian dikuras oleh tekong menggunakan gayung sambal tetap melaju. Namun saat memasuki tikungan, speedboat diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik.

Setelah kejadian, tekong segera mencabut kunci kontak mesin dan seluruh penumpang yang menggunakan pelampung berhasil mengapung di perairan. Mereka kemudian berenang dan berlindung di area bakau sembari menunggu pertolongan.

Tak lama berselang, bantuan datang dari speedboat lain yang sebelumnya juga mengangkut wisatawan di kawasan tersebut.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, para korban berhasil dievakuasi dan dibawa kembali ke Kelong Mangrove. Sebagian korban kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Poliklinik BRC Lagoi," jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius, insiden tersebut mengakibatkan sejumlah barang milik wisatawan hilang, seperti telepon genggam, uang tunai, dan barang berharga lainnya. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp93 juta.

Editor: Gokli