Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemko Batam Luncurkan 19 Bus Baru Trans Batam Rp 47 Miliar Tanpa APBD dan APBN
Oleh : Aldy
Rabu | 27-05-2026 | 12:08 WIB
yusfa-hendri3.jpg Honda-Batam
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Kota Batam resmi meluncurkan 19 armada baru Trans Batam dengan nilai pengadaan mencapai Rp 47 miliar tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN.

Peluncuran armada baru tersebut berlangsung di Dataran Engku Putri, Selasa (26/5/2026), bersamaan dengan pengenalan sistem pembayaran digital Tap QRIS untuk mempermudah transaksi penumpang transportasi publik.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan pengadaan armada baru dilakukan melalui skema Pay The Service (PTS), di mana seluruh pembiayaan bus ditanggung pihak ketiga. "Anggaran 19 bus ini sebesar Rp 47 miliar dan seluruhnya disiapkan oleh mitra. Jadi bukan bersumber dari APBD ataupun APBN," ujar Yusfa.

Menurutnya, dalam skema tersebut pemerintah hanya membayar layanan operasional berdasarkan jumlah kilometer perjalanan armada yang beroperasi setiap tahun. "Pembayaran dilakukan sesuai perjalanan atau dihitung berdasarkan jumlah kilometer perjalanan," katanya.

Yusfa menjelaskan, seluruh pendapatan operasional Trans Batam akan masuk terlebih dahulu ke kas daerah sebelum dibayarkan kembali kepada pihak ketiga sesuai ketentuan kerja sama. "Uang masuk seluruhnya ke kas daerah. Setelah itu baru dibayarkan kepada pihak ketiga sesuai ketentuan dan jumlah kilometer perjalanan," jelasnya.

Selain penambahan armada, Pemko Batam juga menghadirkan inovasi pembayaran digital Tap QRIS sebagai bagian dari modernisasi layanan transportasi publik.

Melalui sistem tersebut, penumpang cukup mendekatkan telepon genggam ke mesin pembayaran tanpa perlu lagi memindai barcode QRIS secara manual. "Pembayaran QRIS sebenarnya sudah berjalan lama. Namun hari ini kita kembangkan menjadi Tap QRIS, sehingga handphone cukup didekatkan ke mesin pembayaran tanpa perlu scan barcode lagi. Ini bentuk kemudahan bagi masyarakat," ujarnya.

Yusfa menilai penambahan armada baru akan memperkuat konektivitas transportasi publik di Batam karena layanan Trans Batam kini terhubung dengan berbagai kawasan strategis, mulai dari pelabuhan domestik dan internasional, pusat kota, hingga Bandara Hang Nadim.

Ia menyebut konektivitas tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah wisatawan mancanegara yang datang melalui pelabuhan internasional menuju pusat kota menggunakan transportasi umum.

"Dari pelabuhan internasional sudah terkoneksi ke pusat kota. Ini tentu bisa dimanfaatkan wisatawan asing maupun masyarakat umum," katanya.

Menurutnya, kehadiran armada baru Trans Batam juga menjadi alternatif transportasi menuju bandara selain bus Damri, taksi konvensional, dan taksi online. "Dengan adanya layanan ini, masyarakat sekarang punya lebih banyak pilihan transportasi," ujarnya.

Pemko Batam berharap penambahan 19 armada baru tersebut mampu mengurangi waktu tunggu penumpang di sejumlah koridor Trans Batam sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

Yusfa juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik, termasuk halte dan armada bus Trans Batam, agar tetap nyaman digunakan bersama. "Kita berharap angkutan publik ini dijaga bersama. Jangan ada lagi aksi corat-coret, termasuk di halte," ucapnya.

Ia menegaskan, kemudahan akses terhadap transportasi publik modern menjadi salah satu indikator perkembangan kota modern. "Salah satu ciri masyarakat perkotaan adalah mudah mendapatkan akses transportasi publik yang modern," tegasnya.

Editor: Gokli