Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menapak Jejak Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq di Pelataran Masjidil Haram
Oleh : Saibansah
Selasa | 19-05-2026 | 08:08 WIB
190506_masjid-Abu-Bakar-Medinah.jpg Honda-Batam
Umat Islam dari berbagai negara yang datang untuk merasakan kekhusyukan beribadah di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Di tengah arus manusia yang nyaris tak pernah surut di sekitar Masjidil Haram, Makkah Saudi Arabia, selalu ada ruang-ruang sunyi yang menghadirkan keteduhan batin bagi para tamu Allah. Salah satunya adalah Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebuah tempat ibadah yang belakangan kian ramai disinggahi jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Masjid ini berada di kawasan pelataran luar Masjidil Haram. Letaknya yang strategis menjadikannya mudah dijangkau jamaah yang hendak mencari tempat salat lebih teduh di tengah padatnya aktivitas ibadah di pusat Kota Suci. Namun, bukan semata kenyamanan yang membuat tempat ini menjadi tujuan favorit jamaah. Ada jejak sejarah Islam yang melekat kuat di dalamnya.

Masyarakat meyakini, lokasi masjid tersebut berdiri di bekas kediaman sahabat utama Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Keyakinan itulah yang menghadirkan nuansa emosional tersendiri bagi jamaah yang datang. Beribadah di tempat yang dikaitkan dengan sosok sahabat paling dekat dengan Rasulullah menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda.

Bagi sebagian jamaah Indonesia, popularitas masjid ini tumbuh lewat media sosial. Beragam unggahan video maupun ulasan perjalanan membuat keberadaan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq semakin dikenal luas.

Mairani, jamaah asal Cirebon, mengaku sengaja mendatangi lokasi tersebut bersama rekannya setelah mengetahui informasi dari media sosial. Selain ingin melihat langsung tempat yang diyakini berkaitan dengan sejarah Abu Bakar, ia juga merasakan kenyamanan suasana masjid dibanding area terbuka di sekitar Masjidil Haram.

"Di sini lebih adem, jadi kami memilih salat di sini," ujarnya.

Cuaca Makkah yang panas menjadi pertimbangan tersendiri bagi jamaah dalam menentukan lokasi ibadah. Karena itu, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq kerap menjadi pilihan, terutama pada waktu Zhuhur dan Ashar ketika suhu udara sedang tinggi-tingginya.

Di saat area luar Masjidil Haram dipenuhi terik matahari, keberadaan ruang yang lebih teduh menjadi penolong bagi jamaah untuk menjaga stamina selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Tak hanya pada siang hari, masjid ini juga ramai didatangi menjelang Maghrib dan Isya. Ketika area utama Masjidil Haram mulai penuh oleh jamaah dari berbagai penjuru dunia, sebagian jamaah memilih menepi ke lokasi ini untuk mendapatkan ruang ibadah yang lebih nyaman.

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq berada di kompleks Abraj Al Bait atau Tower Zamzam, tepatnya di lantai empat dan menghadap ke pintu utama Masjidil Haram nomor 79. Posisi tersebut membuatnya mudah ditemukan oleh jamaah yang beraktivitas di kawasan pelataran Haram.

Di kota yang selalu dipenuhi langkah para peziarah, masjid ini menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perpindahan fisik menuju Tanah Suci. Di tempat-tempat yang menyimpan rekam sejarah para sahabat Nabi, jamaah seolah diajak menapaki kembali jejak awal tumbuhnya peradaban Islam—dengan doa, kekhusyukan, dan kerinduan yang sama.

Editor: Dardani