Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Petugas PPIH Daker Madinah Persiapkan Layanan Haji di Mina
Oleh : Saibansah
Senin | 18-05-2026 | 19:49 WIB
IMG-20260519-WA0004_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid saat memberikan paparan mengenai pola gerak di Armuzna. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah yang telah bergeser ke Makkah, Sabtu 16 Mei 2026, mulai memfokuskan perhatian mereka pada persiapan pelayanan jemaah haji Indonesia di puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Persiapan tersebut mencakup penyusunan pola pergerakan jemaah dan petugas agar seluruh rangkaian ibadah pada fase puncak haji dapat berlangsung lebih tertata, aman, dan terkoordinasi.

Setelah tiba di Makkah, PPIH Daker Madinah akan turut memperkuat kesiapan operasional Armuzna yang akan berlangsung pada 7 hingga 13 Dzulhijjah 1447. Dalam pelaksanaannya, pergerakan jemaah dan petugas dibagi ke dalam tiga satuan tugas (satgas).

Satgas Arafah berada di bawah koordinasi Daker Bandara, Satgas Muzdalifah ditangani Daker Makkah, sedangkan Satgas Mina dipercayakan kepada PPIH Daker Madinah untuk memastikan layanan di titik-titik krusial berjalan optimal.

Selain penguatan satgas, PPIH juga menyiapkan konsep baru berupa Tim Khusus Mina atau Timsus Mina. Tim ini akan diberangkatkan lebih awal menuju Mina guna memperkuat layanan pada fase paling padat selama puncak haji.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, mengatakan Timsus Mina akan mulai bergerak pada 7 Dzulhijjah 1447 H dan langsung menuju Mina, bukan ke Arafah.

"Ada konsep terbaru yang kita usung tahun ini, yaitu pembentukan Timsus Mina. Tim ini akan bergerak pada 7 Dzulhijjah langsung ke Mina untuk menempati pos-pos penyambutan jemaah yang melakukan murur," ujar Harun usai menyampaikan materi paparan pembekalan penugasan di Armuzna, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, tim tersebut juga akan bertugas memantau pergerakan jemaah dari tenda-tenda Mina menuju lokasi lontar jumrah di lantai tiga.

Selain itu, petugas akan memberikan pengawasan, perlindungan, dan pendampingan kepada jemaah saat pelaksanaan lempar jumrah, khususnya pada malam 10 Dzulhijjah yang dinilai sebagai fase paling krusial karena tingginya kepadatan jemaah.

Di sisi lain, PPIH mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji. Jemaah diminta mengurangi aktivitas berlebihan serta memperbanyak waktu istirahat agar tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah Armuzna.

Jemaah juga diingatkan untuk tetap berada bersama rombongan selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina guna memudahkan pemantauan serta menjaga keamanan selama proses pergerakan berlangsung.

Editor: Dardani