Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan, Kapolri Klaim Siap Maksimalkan Serapan Hasil Panen
Oleh : Redaksi
Senin | 18-05-2026 | 12:48 WIB
listyo.jpg Honda-Batam
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5/2026). (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia menargetkan memiliki 28 gudang ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat penyimpanan dan penyerapan hasil panen nasional, terutama komoditas jagung dan beras.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pembangunan gudang tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Seiring dengan adanya potensi peningkatan volume hasil panen, melalui kerja sama dengan Perum Bulog, Polri telah membangun 18 gudang penyimpanan pada lahan Polri di 12 provinsi," ujar Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan tambahan milik Polri. "Pada hari ini akan dilaksanakan groundbreaking secara serentak pembangunan 10 gudang ketahanan pangan, sehingga total gudang ketahanan pangan Polri nantinya akan mencapai 28 unit," kata Sigit.

Menurut Kapolri, setiap gudang dirancang memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 1.000 ton. Selain itu, Polri juga membangun satu gudang besar berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Sigit menegaskan, keberadaan gudang tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan di berbagai daerah.

Ia menyebut gudang ketahanan pangan tidak hanya difokuskan untuk komoditas jagung, tetapi juga beras dan bahan pangan strategis lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat. "Pembangunan gudang ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di berbagai wilayah, tidak hanya jagung namun juga beras dan berbagai komoditas pangan lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Sigit menegaskan Polri berkomitmen mendukung penguatan ekosistem pertanian nasional secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. "Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mewujudkan ekosistem pertanian jagung secara menyeluruh, mulai dari hulu sampai dengan hilir, meliputi penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, perawatan, hingga memastikan penyerapan hasil panen," tutupnya.

Langkah Polri membangun puluhan gudang pangan tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat cadangan logistik nasional. Namun, efektivitas program itu tetap akan bergantung pada pengelolaan distribusi, serapan hasil panen petani, serta pengawasan agar fasilitas penyimpanan benar-benar dimanfaatkan optimal dan tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur semata.

Editor: Gokli