Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Revitalisasi Sekolah Dongkrak Pendidikan Kepri, IPM Tembus Tiga Besar Nasional
Oleh : Redaksi
Sabtu | 16-05-2026 | 13:28 WIB
nyannyang.jpg Honda-Batam
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyangnyang Haris Pratamura. (Kemdikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Batam - Provinsi Kepulauan Riau mencatat kemajuan signifikan di sektor pendidikan seiring menguatnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5/2026).

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyangnyang Haris Pratamura, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas masa depan bangsa. Ia menyebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 yang menempati posisi tiga besar nasional menjadi indikator nyata peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Berdasarkan data pemerintah daerah, IPM Kepri meningkat 0,18 poin dibanding tahun sebelumnya menjadi 80,53. "Lingkungan belajar yang baik berpengaruh besar terhadap semangat murid. Melalui program revitalisasi ini, kami ingin seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Riau menjadi tempat yang aman dan nyaman agar murid dapat belajar dengan bahagia," ujar Nyangnyang.

Ia juga mengapresiasi dukungan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dinilai konsisten mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menyebut antusiasme pemerintah daerah terhadap program revitalisasi sekolah terus meningkat pada 2026.

Menurut dia, ratusan usulan revitalisasi telah masuk dan sekitar 55 persen di antaranya dinyatakan layak menerima bantuan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP. Adapun proses finalisasi untuk SMA dan SMK masih berlangsung.

"Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ini adalah cara negara menghadirkan ruang belajar yang bermakna. Anak-anak belajar lebih tenang, guru mengajar lebih optimal, dan sekolah menjadi pusat layanan pendidikan yang layak bagi semua," kata Warsita.

Ia juga memastikan kesiapan daerah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah mencapai 100 persen. Seluruh delapan pemerintah daerah di Kepri disebut telah menyelesaikan petunjuk teknis untuk menjamin proses penerimaan murid berjalan inklusif dan berkeadilan.

Di Kota Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyatakan pihaknya siap melaksanakan SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP melalui sosialisasi intensif kepada para proktor sekolah.

Hendri juga mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan langsung Mendikdasmen ke sekolah-sekolah yang dinilai membutuhkan perhatian serius, salah satunya SD Negeri 001 Sungai Beduk yang hingga kini masih menerapkan sistem belajar tiga shift akibat keterbatasan ruang kelas.

"Saya sangat berterima kasih. Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan dan memutuskan untuk mengubah pola bantuan, dari yang awalnya hanya rehabilitasi menjadi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Ini sangat memotivasi murid dan guru kami," ujar Hendri.

Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi pembelajaran di Kepulauan Riau. Hingga 2025, bantuan perangkat digital telah menjangkau ribuan sekolah di wilayah tersebut.

Warsita menjelaskan, pada 2026 fokus kebijakan tidak hanya pada pemerataan distribusi perangkat digital, tetapi juga peningkatan kapasitas pemanfaatannya agar berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. "Prinsipnya, yang belum mendapat tetap menjadi prioritas pemerataan, sementara yang sudah mendapat diperkuat pelatihannya agar kualitas pembelajaran benar-benar meningkat," katanya.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan seluruh kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah, mulai dari revitalisasi sekolah hingga digitalisasi pembelajaran, bertujuan memuliakan peserta didik melalui layanan pendidikan yang bermutu. "Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid-murid kita," tegas Abdul Mu'ti.

Editor: Gokli