Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pertamina Dorong UMKM Ulos Samosir Tembus Pasar Global, 70 Penenun Lokal Diberdayakan
Oleh : Aldy
Rabu | 13-05-2026 | 13:08 WIB
ulos-samosir1.jpg Honda-Batam
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, salah satu yang mendapat dukungan ialah Sakkamadeha Gallery and Workshop di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu yang mendapat dukungan ialah Sakkamadeha Gallery and Workshop di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

UMKM berbasis kain ulos tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Nama Sakkamadeha yang dalam bahasa Batak berarti "Pohon Kehidupan" menjadi filosofi usaha yang dibangun Stella Florensia Hutajulu bersama timnya. Tidak hanya berfungsi sebagai galeri tenun, usaha tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat melalui pelestarian budaya lokal.

Sejak menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada 2020, Sakkamadeha terus berkembang dan kini memberdayakan sekitar 70 penenun lokal. Para perajin berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, anak muda, hingga penenun dari luar daerah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan dukungan terhadap UMKM berbasis budaya lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

"Melalui rumah produksi di Samosir, Sakkamadeha telah memberdayakan kurang lebih 70 penenun lokal untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi berkelanjutan. Ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung dan memajukan UMKM berbasis kearifan lokal," ujar Fahrougi, dalam siaran pers, Rabu (13/5/2026).

Di galeri yang berada tidak jauh dari kawasan Danau Toba tersebut, kain ulos tidak hanya dipasarkan dalam bentuk tradisional. Sakkamadeha juga mengembangkan berbagai produk fesyen siap pakai seperti pakaian kasual, kemeja, hingga aksesori yang menyasar pasar generasi muda.

Pendiri Sakkamadeha, Stella Florensia Hutajulu, mengatakan inovasi produk dilakukan agar kain ulos lebih fleksibel digunakan dalam kehidupan sehari-hari. "Di galeri ini, kami tidak hanya menjual kain tenun tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap pakai seperti pakaian kasual. Hal ini membuat ulos lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama bagi generasi muda," kata Stella.

Saat ini, Sakkamadeha memiliki tiga unit usaha utama, yakni sentra produksi tenun, galeri penjualan produk, dan rumah jahit. Produk yang dipasarkan memiliki rentang harga mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta untuk kain tenun, sementara produk jadi seperti kaos dijual mulai Rp 50 ribu dan kemeja hingga Rp 500 ribu.

Dalam memperluas pasar, Sakkamadeha memanfaatkan promosi digital melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook dengan akun @Sakkamadeha. Mereka juga rutin melakukan siaran langsung untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Selain pendampingan usaha, Pertamina turut melibatkan Sakkamadeha dalam berbagai event nasional, termasuk ajang F1 Powerboat Danau Toba atau F1H2O. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar sekaligus mengenalkan produk budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional.

Bagi Stella, dukungan tersebut menjadi dorongan penting agar usaha berbasis budaya lokal mampu terus berkembang di tengah persaingan industri kreatif. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang terus mendukung usaha kecil seperti kami. Harapannya, ke depan kami bisa terus berkembang dan membawa produk lokal ini semakin dikenal, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga hingga ke pasar global," ujarnya.

Melalui program pemberdayaan UMKM seperti Sakkamadeha, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya sekaligus mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Editor: Gokli