Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Banjir Kembali Lumpuhkan Batam Centre, Anggota DPRD Batam Soroti Drainase dan Penimbunan Laut
Oleh : Aldy
Rabu | 13-05-2026 | 12:28 WIB
banjir-btc1.jpg Honda-Batam
Kondisi banjir di Jalan Raja Ali Kelana dan Jalan Raja Isa, tepat di sekitar Gedung Graha Kepri, Batam Center, Rabu (13/5/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hujan lebat yang mengguyur Kota Batam pada Rabu (13/5/2026) pagi kembali memicu banjir di sejumlah ruas jalan utama di kawasan Batam Centre. Genangan terparah terjadi di Jalan Raja Ali Kelana dan Jalan Raja Isa, tepat di sekitar Gedung Graha Kepri yang menjadi pusat pelayanan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Batam.

Kondisi tersebut kembali memperlihatkan persoalan banjir yang hingga kini belum terselesaikan, meski kawasan itu merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan jalur strategis perkotaan.

Di Jalan Raja Ali Kelana, genangan air sempat membuat arus kendaraan nyaris lumpuh. Pengendara hanya dapat melintas melalui satu jalur karena sebagian badan jalan terendam cukup tinggi.

Sementara di Jalan Raja Isa, banjir terlihat mulai dari depan Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Batam hingga kawasan Gedung Bersama Pemerintah Kota Batam. Kemacetan pun tak terhindarkan akibat melambatnya arus kendaraan.

Genangan juga terjadi di depan Mega Mall Batam Centre, tepat di seberang pintu masuk wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Internasional Batam Centre. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena terjadi di kawasan yang menjadi wajah utama Kota Batam sekaligus gerbang masuk wisatawan asing.

Berdasarkan informasi BMKG Hang Nadim Batam, hujan lebat terjadi hampir merata di seluruh wilayah Batam, meliputi Belakang Padang, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, Bulang, Lubuk Baja, Sei Beduk, Galang, Bengkong, Batam Kota, Sagulung, hingga Batu Aji.

BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi berlangsung hingga sore hari. Pada malam hari, cuaca diprediksi berawan dengan kemungkinan hujan kembali turun menjelang dini hari.

Menanggapi banjir yang terus berulang di kawasan Batam Centre, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Suryanto, mengatakan pihaknya telah beberapa kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.

"Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu sudah kami sampaikan. Informasinya, pihak bina marga juga sudah turun ke lokasi," ujar Suryanto saat dikonfirmasi.

Menurutnya, salah satu dugaan penyebab banjir ialah terjadinya penyempitan aliran air menuju laut di bagian hilir drainase. Kondisi itu disebut diperparah dengan aktivitas penimbunan di area ujung saluran.

"Di ujung saluran terdapat penimbunan laut. Informasinya, lahan tersebut milik Pemerintah Kota Batam," katanya.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap lemahnya pengendalian tata ruang dan sistem drainase di pusat kota Batam. Pasalnya, persoalan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi permanen, meski terus dikeluhkan masyarakat.

Sementara itu, Kepala DBMSDA Kota Batam, Metra Dinata, membenarkan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan di lokasi banjir. Namun, pemerintah masih akan melakukan kajian lanjutan untuk memastikan penyebab utama genangan.

"Hasil temuan di lapangan akan kami bahas dan pelajari terlebih dahulu untuk memastikan apakah itu menjadi penyebab banjir," kata Metra.

Ia juga memastikan tim DBMSDA akan melakukan pemeriksaan di sejumlah titik banjir lain, termasuk di Jalan Raja Isa. "Kami akan turunkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lapangan," ujarnya.

Editor: Gokli