Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jamu Indonesia Laris di Festival Teh Terbesar California, 1.600 Sampel Diserbu Pengunjung
Oleh : Redaksi
Kamis | 07-05-2026 | 15:28 WIB
jamu-california.jpg Honda-Batam
Jamu Indonesia mencuri perhatian ribuan pengunjung dalam ajang SF International Tea Festival di San Francisco. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Minuman herbal tradisional Indonesia, jamu, mencuri perhatian ribuan pengunjung dalam ajang SF International Tea Festival di San Francisco. Kehadiran jamu melalui gerai Jamu Nusa menjadi daya tarik tersendiri di tengah festival teh terbesar di negara bagian California tersebut.

Festival yang berlangsung selama dua hari itu, 2-3 Mei 2026, dikunjungi sekitar 15 ribu orang, dengan rata-rata 7.500 pengunjung per hari. Di antara deretan stan teh dan minuman internasional, jamu tampil menawarkan pengalaman rasa sekaligus pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat global.

Gerai Jamu Nusa menyajikan sejumlah varian minuman herbal khas Nusantara, seperti kunyit asam, wedang jahe, dan empon-empon. Pengunjung diperkenalkan dengan jamu melalui sesi pencicipan langsung yang mendapat sambutan antusias.

Sepanjang festival berlangsung, sekitar 1.600 porsi sampel jamu dibagikan kepada pengunjung. Respons positif pun bermunculan, terutama dari warga asing yang untuk pertama kalinya mencicipi minuman tradisional Indonesia tersebut.

Antusiasme pengunjung juga terlihat dari seluruh produk jamu yang dibawa Jamu Nusa ludes terjual bahkan sebelum festival berakhir.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, mengatakan partisipasi Indonesia dalam festival itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dunia.

"Jamu adalah bagian dari warisan hidup Indonesia. Ia bukan hanya soal rasa, tetapi juga mencerminkan pengetahuan tradisional, kebiasaan, dan hubungan masyarakat dengan alam. Melalui ajang seperti ini, kami berharap jamu dapat semakin dikenal sebagai bagian dari cerita Indonesia yang relevan bagi masyarakat dunia," ujar Yohpy.

Pendiri Jamu Nusa sekaligus diaspora Indonesia di Amerika Serikat, Willson Christianto, turut mengisi sesi edukasi bertajuk "Jamu: Indonesia's Ancient Herbal Ritual". Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan jamu sebagai tradisi turun-temurun yang menjadi bagian dari ritual keseharian masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup.

Menurut Willson, festival internasional seperti ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan jamu kepada publik global yang mulai tertarik pada minuman herbal alami dan berbasis kesehatan. "Banyak pengunjung datang dengan rasa ingin tahu. Ketika mereka mencoba jamu, mereka tidak hanya merasakan kombinasi rempah, tetapi juga mulai memahami bahwa di baliknya ada tradisi dan cara hidup yang panjang," katanya.

Kehadiran jamu di festival tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi produk minuman Indonesia menembus pasar Amerika Serikat, khususnya pada sektor minuman herbal, natural, dan wellness.

Bagi KJRI San Francisco, partisipasi itu juga menjadi langkah membangun konektivitas antara pelaku usaha diaspora Indonesia dengan pasar global yang semakin menghargai produk autentik berciri budaya kuat.

Melalui secangkir jamu, Indonesia tidak hanya hadir sebagai penghasil minuman tradisional, tetapi juga membawa nilai budaya, pengetahuan leluhur, dan identitas rasa yang terus hidup di tengah masyarakat dunia.

Editor: Gokli