Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Petugas Amankan Koper Jemaah 8 Jam Sebelum Miqat di Bir Ali
Oleh : Saibansah
Senin | 04-05-2026 | 08:09 WIB
0405_petugas-angkat-tas-jamaah.jpg Honda-Batam
Koper jemaah haji Indonesia sebelum bergerak dari Madinah ke Bir Ali dan menuju Makkah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 2 Madinah terus menggencarkan edukasi kepada jemaah terkait pengelolaan barang bawaan, baik saat kedatangan maupun menjelang keberangkatan ke Makkah. Upaya ini membuahkan hasil dengan tertibnya proses pengangkutan koper jemaah.

Pada pendorongan jemaah hingga kloter ke-17 yang berlangsung Sabtu (2/5/2026), seluruh koper jemaah dilaporkan berhasil dimasukkan ke dalam bus tanpa ada yang tertinggal. Salah satu proses pendorongan berlangsung dari Hotel Maysan Al-Harithia menuju Makkah pada sore hari.

Ketua PPIH Sektor 2 Madinah, Iskandar Mahyudin, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pengaturan barang bawaan jemaah. Ia memastikan seluruh koper, baik berukuran besar maupun kecil, telah tertangani dengan baik.

"Seluruh koper jemaah sudah masuk ke dalam bus, tidak ada yang tertinggal," ujarnya.

Menurut Iskandar, keberhasilan ini tidak lepas dari sosialisasi prosedur operasional standar (SOP) yang diberikan kepada para ketua kloter sebelum keberangkatan. Dalam sosialisasi tersebut, PPIH menjelaskan alur pendorongan, termasuk pengaturan waktu dan penanganan barang bawaan jemaah.

Ia menjelaskan, jemaah diminta menyiapkan koper di depan kamar masing-masing sekitar delapan jam sebelum keberangkatan. Selanjutnya, petugas akan menurunkan koper untuk dimuat ke dalam bus yang akan mengantar jemaah ke Makkah.

Meski proses berjalan lancar, PPIH tetap mengingatkan jemaah agar bijak dalam membawa barang. Jemaah diimbau tidak berbelanja secara berlebihan guna menghindari kelebihan kapasitas bagasi.

"Jangan terlalu banyak berbelanja, karena dikhawatirkan berat barang melebihi ketentuan maskapai," kata Iskandar.

Ia menambahkan, kelebihan bagasi berpotensi menyulitkan jemaah saat kepulangan ke Tanah Air. Oleh karena itu, petugas tetap melakukan pemeriksaan ulang terhadap barang bawaan sebelum keberangkatan.

Jika ditemukan barang yang tertinggal, PPIH akan mengirimkannya melalui kloter berikutnya atau menggunakan angkutan selanjutnya.

Sejak awal kedatangan, Sektor 2 Daerah Kerja Madinah telah menerima 64 kloter. Pendorongan sebanyak 445 jemaah dari Hotel Maysan menjadi cerminan kedisiplinan jemaah serta kesiapan petugas dalam mengelola logistik haji.

Editor: Dardani