Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ratusan Pelajar Ikuti Program Eksposur Dunia Kerja Sejak Dini di Bintan Resorts
Oleh : Harjo
Sabtu | 02-05-2026 | 16:08 WIB
Pelajar-Bintan-Resort.jpg Honda-Batam
Ratusan pelajar tingkat SD dan SLTP mendapatkan edukasi dunia pariwisata di Bintan Resorts. (Harjo/BTD)

BATQMTODQY.COM, Bintan - Momentum hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2026, melalui program Kasih Sayang yang secara konsisten terus dilakukan oleh Bintan Resorts sejak tahun 2000. Sebanyak 350 pelajar tingkat SD kelas 6 dan 420 pelajar tingkat SMP kelas 3, dari Kecamatan Teluk Sebong, Bintan Utara, mendapatkan edukasi dunia pariwisata di Bintan Resorts. 

Hebron Habeahan selaku General Manager Finance & Admin Bintan Resort, menyampaikan hal tersebut menjadi ruang bagi siswa sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP), untuk mengenal berbagai pilihan karier di luar lingkungan sehari-hari  mungkin tidak selalu tersedia. 

Dalam konteks CSR pendidikan di Indonesia, tantangan tidak hanya terletak pada membuka akses pendidikan, tetapi juga memperluas wawasan generasi muda terhadap berbagai kemungkinan masa depan yang dapat mereka capai, karena tanpa paparan nyata, sulit bagi anak-anak untuk membayangkan potensi dirinya.

"Melalui program Kasih Sayang, Bintan Resorts menghadirkan pengalaman tersebut, dengan memperkenalkan dunia yang lebih luas secara langsung, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu sebagai fondasi pembelajaran," ujar Hebron, di Atrium Plaza Lagoi di Bintan Resorts.

Anak-anak yang hadir ditekankan akan sikap aktif untuk mencari tahu dan memahami setiap hal, sehingga dari proses tersebut dapat tumbuh aspirasi yang mendorong mereka untuk berani bermimpi dan menentukan arah masa depan.

Mereka dihadirkan langsung di lingkungan industri pariwisata dan perhotelan di kawasan wisata Bintan Resorts, menyaksikan bagaimana profesi hospitality dijalankan, dan langsung berinteraksi dengan para pelakunya. Dengan engunjungi fasilitas pengolahan limbah untuk melihat proses pengelolaan yang bertanggung jawab, sekaligus diberikan penjelasan mengenai praktik efisiensi energi yang diterapkan di kawasan. 

Upaya pelestarian lingkungan pesisir pun diperkenalkan sebagai bagian integral dari operasional, sehingga anak-anak tidak hanya memahami konsep keberlanjutan secara teoritis, tetapi juga menyaksikan bagaimana nilai-nilai tersebut, diimplementasikan secara nyata di Bintan Resorts.

Rangkaian kegiatan dibuat sangat terstruktur, ada interaksi aktif dengan pelaku industri perhotelan profesional melalui perbincangan, lomba bercerita, kompetisi chef cilik, juga cerdas cermat dengan tema pariwisata. 

Lebih jauh disampaikan, program yang dilaksanakan sejak tahun 2000,  dampaknya memang tidak selalu bisa disajikan dalam bentuk angka. Namun, perubahan mulai terlihat, dimana semakin banyak siswa di Kecamatan Teluk Sebong yang menunjukkan ketertarikan untuk menempuh pendidikan di Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) dan Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI) dalam kawasan wisata Bintan Resorts.

"Dampak itu juga dirasakan oleh pelaku industri perhotelan yang semakin mudah mendapatkan sumber daya manusia siap kerja, merupakan alumni PBC dan SBTI dari tahun ke tahun," paparnya. 

Alumni program Kasih Sayang, tercatat ada yang telah menapaki jalur profesional di industri. Salah satunya Maria Alfa Febiola, kini berkarier sebagai Sales Executive di Umana Bali LXR Hotels & Resorts by Hilton.  sementara Uswatinisa telah meniti karier sebagai chef di salahsatu luxury resort di Maladewa, dua representasi dari anak daerah di Kecamatan Teluk Sebong menempuh perjalanan yang berawal dari sebuah kesempatan untuk melihat dunia yang lebih luas.

Hebron juga  menjelaskan bahwa program kepedulian di bidang pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pemberian akses, tetapi juga diarahkan untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) lokal yang unggul. 

Inisiatif yang dijalankan secara konsisten dari tahun ke tahun oleh Bintan Resorts ini hadir dengan pendekatan yang relatif sederhana namun berkelanjutan, dilandasi keyakinan bahwa perubahan sosial tidak terjadi secara instan. Pendekatan berkesinambungan ini menegaskan bahwa dampak jangka panjang sering kali dibangun dari konsistensi, bukan sekadar simbolis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Nafriyon, menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan dari Bintan Resorts yang setiap tahun mendapat pengakuan dari pemerintah daerah di bidang pendidikan.

"Peran sektor swasta menjadi sangat krusial, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah, di mana sekitar 75 persen dialokasikan untuk gaji tenaga pendidik dan pegawai, sehingga ruang untuk pengembangan program pendidikan menjadi terbatas," ujarnya.

Dalam konteks ini, kontribusi pihak swasta yang peduli tidak hanya sebatas melengkapi, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam memastikan keberlanjutan dan kualitas pendidikan anak-anak di daerah ini.

Editor: Yudha