Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Amsakar Nilai Ekspansi Bank Sumut ke Batam Tepat, Perkuat Ekosistem Investasi
Oleh : Aldy
Rabu | 29-04-2026 | 09:48 WIB
bank-sumut.jpg Honda-Batam
Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat meresmikan kantor cabang baru Bank Sumut di Batam Center, Senin (28/4/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai langkah Bank Sumut membuka kantor cabang di Batam sebagai keputusan strategis yang relevan dengan kebutuhan penguatan ekosistem investasi daerah. Ia optimistis kehadiran bank daerah tersebut mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung pelaku usaha di tengah tren pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.

Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat meresmikan kantor cabang baru Bank Sumut di Batam Center, Senin (28/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia secara terbuka mendorong peran aktif sektor perbankan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang dinilai kian kompetitif.

"Keputusan ini tepat. Kehadiran Bank Sumut dapat memperkuat ekosistem investasi dan memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha," ujar Amsakar.

Ia menegaskan, Batam masih menjadi magnet investasi nasional berkat sejumlah keunggulan struktural, terutama statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Kebijakan tersebut memberikan insentif fiskal signifikan, seperti pembebasan bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Selain itu, Amsakar menyoroti keberadaan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dinilai memperluas ruang interaksi bisnis. "Batam memiliki KEK Batam Aero City, Batam Aero Technic di kawasan bandara, KEK Tanjung Sau, KEK Nongsa Digital Park, hingga KEK MABIH di Sekupang. Ini membuka peluang investasi yang sangat luas," katanya.

Di sektor industri maritim, sekitar 110 galangan kapal (shipyard) turut memperkuat daya tarik Batam sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis industri dan logistik. Namun demikian, Amsakar mengingatkan bahwa potensi tersebut membutuhkan dukungan konkret dari sektor keuangan agar tidak stagnan pada level peluang semata.

Dari sisi kinerja, Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen pada 2025, naik dari 6,69 persen pada 2024 dan melampaui rata-rata nasional. Realisasi investasi juga menunjukkan capaian progresif, yakni Rp 69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp 60 triliun pada 2025.

Pada triwulan I 2026, investasi mencapai Rp 17,5 triliun, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,6 triliun. "Ini berarti pertumbuhannya lebih dari 100 persen. Data ini menegaskan Batam masih sangat prospektif bagi investor," tegasnya.

Meski demikian, ia menilai keberlanjutan tren positif tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan sektor keuangan. Tanpa dukungan pembiayaan yang adaptif, peluang investasi berisiko tidak terserap optimal oleh pelaku usaha lokal.

Amsakar juga mengungkapkan adanya tren penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Batam, yang menurutnya menjadi indikator bahwa kebijakan ekonomi berjalan di jalur yang tepat. Bahkan, Batam baru saja menerima penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri bersama Detik.com atas efektivitas program pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan capaian tersebut, ia menyimpulkan tiga poin utama: Batam tetap menjadi tujuan investasi, tata kelola pemerintahan berjalan efektif, dan insentif yang diberikan pemerintah mampu menarik minat pelaku usaha.

"Oleh sebab itu, kami berharap Bank Sumut tidak sekadar hadir, tetapi mengambil peran aktif dalam mendukung pelaku usaha dan mendinamiskan ekonomi daerah. Kontribusi ini penting untuk menjaga laju investasi Batam," pungkasnya.

Editor: Gokli