Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perubahan Signifikan di Single 'Mati Aku Mati', WAYANG Kembali Ramaikan Industri Musik Nasional
Oleh : Redaksi
Rabu | 29-04-2026 | 08:48 WIB
2904_mati-aku-mati-wayang-2026.jpg Honda-Batam
Band legendaris Indonesia, WAYANG, kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik nasional lewat single terbaru bertajuk "Mati Aku Mati" (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Band legendaris Indonesia, WAYANG, kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik nasional lewat single terbaru bertajuk "Mati Aku Mati". Lagu ini menandai babak baru perjalanan WAYANG dengan sejumlah perubahan signifikan, baik dari segi formasi maupun warna musik.

Sejak debut pada 1995, WAYANG telah melahirkan banyak lagu hits seperti "Damai" (1997), "Dongeng" (1999), "Kecewa" (2000), "Andai Kau Ada" (2002), hingga karya-karya terbaru seperti "Radar" (2023) dan "Cinta Pertama" (2025). Deretan album yang telah dirilis antara lain "Damai" (1997), "Dongeng" (1999), "Transisi" (2000), "WYG" (2002), dan "Dari Hati" (2003).

Memasuki pertengahan 2026, WAYANG hadir dengan formasi baru yang terdiri dari Taurin (vokal), Odji (bass), Ilham (gitar), Aie (gitar), dan Farid (drum). Kehadiran vokalis perempuan menjadi salah satu perubahan paling mencolok, sekaligus menandai arah baru musikalitas mereka.

Odji, sebagai satu-satunya personel lama yang tersisa, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan eksistensi WAYANG sekaligus menghadirkan energi baru.

"Akhir 2025 hanya tersisa saya sebagai personel asli. Kami kemudian mencari formasi baru dan bertemu Taurin, Farid, serta Ilham. Kehadiran mereka memberi angin segar, tidak hanya dari formasi, tetapi juga dari segi musikalitas. Kini WAYANG hadir dengan energi dan arah yang berbeda," ujar Odji dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, perubahan juga terjadi dalam proses kreatif. Jika sebelumnya sebagian besar lagu ditulis olehnya, kini seluruh personel terlibat aktif dalam penciptaan karya. Bahkan, sebutan penggemar WAYANG pun berubah dari "Wayangku" menjadi "Pendongeng".

Single "Mati Aku Mati" yang mengusung genre alternatif rock menghadirkan nuansa musik yang lebih modern dengan aransemen gitar yang kuat, ritme dinamis, serta karakter vokal yang khas dari Taurin. Lagu ini ditulis oleh Ilham Ramadhan dan terinspirasi dari pengalaman pribadinya.

"Lagu ini bercerita tentang perasaan cinta yang sangat dalam, tentang kekaguman dan kesetiaan terhadap seseorang," ungkap Ilham.

Sementara itu, Taurin mengakui bahwa perubahan besar dalam tubuh WAYANG tentu akan memunculkan beragam respons. Namun, ia optimistis karya terbaru ini dapat diterima oleh penggemar.

"Kami sadar perubahan ini cukup drastis, apalagi dengan vokalis perempuan. Tapi respons awal dari rekan musisi dan pendengar cukup positif, itu membuat kami semakin percaya diri," katanya.

Dengan chemistry baru yang solid, WAYANG berharap single "Mati Aku Mati" dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi langkah awal untuk kembali bersaing di industri musik Tanah Air.

"Semoga WAYANG dalam bentuk yang baru ini tetap bisa diterima dan terus menghadirkan karya terbaik bagi pecinta musik Indonesia," tutup Odji.

Single "Mati Aku Mati" kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, sementara video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi WAYANG.

Editor: Gokli