Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BRK Syariah Perkuat Kinerja dan Tata Kelola, Fokus Sinergi dan Manajemen Risiko 2026
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 28-04-2026 | 15:08 WIB
TW-I-2026.jpg Honda-Batam
PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026 pada 28–29 April 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat performa, sinergi internal, serta tata kelola perusahaan yang berkelanjutan. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Pekanbaru - PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026 pada 28-29 April 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat performa, sinergi internal, serta tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Rapat yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, doa bersama, dan selawat. Agenda ini sekaligus menegaskan penguatan nilai spiritual dalam budaya kerja perbankan syariah.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menegaskan bahwa BRK Syariah memiliki fondasi kuat, baik dari sisi produk maupun infrastruktur, untuk bersaing di industri perbankan dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun, ia mengingatkan pentingnya orkestrasi yang lebih terintegrasi agar seluruh potensi dapat dimaksimalkan.

"BRK Syariah memiliki kekuatan besar. Dengan sinergi dan penyelarasan yang tepat, kami optimistis dapat meningkatkan kinerja sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Helwin juga menekankan komitmen perusahaan sebagai BUMD dalam mendukung pembangunan daerah sesuai regulasi, termasuk penguatan permodalan dan peneguhan identitas sebagai bank syariah yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga pada implementasi nilai-nilai syariah secara menyeluruh.

Dalam transformasi berkelanjutan, BRK Syariah mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) sebagai dasar penyusunan strategi bisnis di seluruh unit kerja.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Fajar Restu Febriansyah, dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga adaptivitas di tengah dinamika industri.

Sementara itu, Dewan Komisaris melalui Komisaris Independen, Roy Prakoso, menyoroti pentingnya penguatan manajemen risiko sebagai pilar utama menjaga kesehatan bank. Ia menegaskan perlunya mitigasi risiko yang lebih ketat, khususnya pada sektor pembiayaan.

"Manajemen risiko harus terintegrasi dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan prinsip kehati-hatian, kita dapat menjaga kualitas aset dan mendorong pertumbuhan yang sehat," jelasnya.

Roy juga mendorong optimalisasi portofolio pembiayaan yang lebih tepat sasaran, terutama pada segmen mikro, kecil, dan menengah (MKM), serta penguatan pengendalian internal untuk mencegah potensi kecurangan (fraud). Ia turut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko siber dan penerapan budaya kerja I-Share guna memperkuat tata kelola.

Rapat evaluasi ini juga diisi dengan pemaparan Standar Operasional dan Tata Kelola (SOT) oleh Divisi MSDI serta laporan kinerja Triwulan I 2026 oleh Divisi Perencanaan dan Keuangan.

Melalui forum ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan dengan tata kelola yang kuat, serta menghadirkan layanan perbankan syariah yang unggul, terpercaya, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Editor: Gokli