Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Realisasi Pendapatan Parkir Hanya Rp 4,1 Miliar di Triwulan I 2026, Amsakar Bakal Evaluasi Kinerja OPD Terkait
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 27-04-2026 | 17:48 WIB
AMSAKAR2.jpg Honda-Batam
Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Target pendapatan parkir tepi jalan Kota Batam sebesar Rp 37 miliar pada 2026 masih jauh dari capaian. Hingga triwulan pertama, realisasi baru menyentuh Rp 4,1 miliar.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Perhubungan.

Amsakar menyampaikan, persoalan parkir menjadi perhatian serius dan akan dievaluasi dalam waktu dekat. Ia juga memberi sinyal penataan ulang kinerja pejabat seiring agenda pelantikan yang tengah disiapkan.

"Pelantikan sedang disusun. Kalau bisa sebelum berangkat haji saya sudah tuntaskan," ujar Amsakar, Selasa (27/4/2026).

Terkait parkir, ia menegaskan evaluasi akan dilakukan untuk memastikan tata kelola lebih baik. Menurutnya, tanggung jawab teknis berada pada Dinas Perhubungan, namun hasilnya tetap akan menjadi bahan penilaian.

"Soal parkir ini teknisnya di Pak Kadishub. Saya rasa beliau bisa menyelesaikan. Tapi kalau masih ada yang perlu dievaluasi, tentu itu jadi catatan," tegasnya.

Sebelumnya, Amsakar juga memberikan waktu sekitar tiga bulan kepada kepala dinas terkait sejak menjabat untuk menuntaskan persoalan parkir di Batam.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Batam, Leo Putra, mengakui capaian retribusi parkir masih jauh dari target. Dari target Rp 37 miliar, hingga Maret 2026 baru terealisasi Rp 4,1 miliar. “Harus diakui belum capai target,” kata Leo.

Ia memproyeksikan, jika capaian triwulan tersebut dikalikan selama setahun, potensi pendapatan hanya berada di kisaran Rp 16 miliar. Angka itu bahkan masih di bawah target internal Dishub.

Leo menyebut pihaknya menargetkan minimal Rp 2 miliar per bulan atau sekitar Rp 24 miliar per tahun. Meski demikian, angka tersebut tetap belum mampu menyentuh target yang ditetapkan Pemko Batam.

"Kalau Rp 2 miliar per bulan, setahun Rp 24 miliar. Itu pun masih di bawah target Rp 37 miliar," ujarnya.

Sebagai perbandingan, kata Leo, pada 2025 target parkir sebesar Rp 20 miliar dengan realisasi sekitar Rp 15-16 miliar. Untuk mengejar target tahun ini, Dishub Batam fokus pada validasi data potensi parkir serta pembenahan sumber daya manusia di lapangan.

Leo juga menegaskan, tingginya target tidak bisa dijadikan alasan pembenaran penggunaan trotoar sebagai lahan parkir. "Semua sudah dihitung potensinya. Jadi bukan alasan trotoar dijadikan parkir," katanya.

Dengan capaian yang masih rendah, sektor parkir kini menjadi salah satu titik krusial yang akan dievaluasi Pemko Batam dalam mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Editor: Yudha