Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Sambut Pengakuan MSCI atas Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia
Oleh : Aldy
Kamis | 23-04-2026 | 14:48 WIB
Friderica3.jpg Honda-Batam
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (OJK)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pembaruan penilaian free float efek Indonesia yang dirilis MSCI Inc. pada 20 April 2026. Pengumuman tersebut dinilai mencerminkan pengakuan atas berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa MSCI telah mencatat sejumlah inisiatif strategis yang dijalankan bersama PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

"Berbagai inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global," ujar Hasan, dalam keterangan pers, Selasa (21/4/2026).

Sejumlah reformasi yang mendapat perhatian MSCI meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan awal dari MSCI menjadi sinyal positif terhadap arah kebijakan pasar modal Indonesia. "Ke depan, implementasi reformasi akan terus dijaga agar berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global," kata Friderica.

Saat ini, MSCI masih melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan sumber data baru dari hasil reformasi pasar modal Indonesia, termasuk menghimpun masukan dari investor global. Proses ini menjadi bagian dari penyempurnaan penilaian untuk Index Review MSCI pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026.

OJK memandang tahapan ini sebagai momentum strategis untuk menunjukkan efektivitas implementasi kebijakan yang telah dijalankan. Lembaga tersebut optimistis langkah-langkah konkret yang diambil akan semakin meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen reformasi berkelanjutan, OJK juga menegaskan akan terus mendorong penguatan integritas pasar melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi, yang mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, serta pendalaman pasar.

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK meyakini pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi lebih dalam, likuid, dan kredibel, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Gokli