Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RI Perkuat Diplomasi Ekonomi, KJRI Chengdu Segera Dibuka di Tiongkok Barat Daya
Oleh : Redaksi
Kamis | 23-04-2026 | 10:48 WIB
KJRI-Chengdu.jpg Honda-Batam
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun dengan Pimpinan Tertinggi (Party Secretary) Provinsi Sichuan, dalam forum Indonesia Updates bertema "Partnership for Resilience" yang resmi dibuka pada 17 April 2026. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kehadiran diplomatik dan ekonomi di kawasan Tiongkok Barat Daya dengan rencana pembukaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu, Provinsi Sichuan. Langkah strategis ini disosialisasikan dalam forum Indonesia Updates bertema "Partnership for Resilience" yang resmi dibuka pada 17 April 2026.

Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa pembukaan KJRI Chengdu merupakan prioritas nasional yang telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026. "Pada Maret 2026, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 sebagai dasar pembukaan KJRI Chengdu. Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama strategis dengan kawasan Tiongkok Barat Daya, dengan Chengdu sebagai gerbang utama," ujar Djauhari.

Menurutnya, Provinsi Sichuan merupakan mitra ekonomi penting bagi Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai lebih dari USD 2,1 miliar pada 2025. Secara nasional, hubungan dagang Indonesia–Tiongkok bahkan telah menembus USD 167 miliar, dengan realisasi investasi mencapai USD 7,5 miliar.

"Dengan kehadiran KJRI Chengdu, wilayah ini akan menjadi hub penting untuk memperkuat kerja sama tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga kesehatan, transformasi industri dan energi, pendidikan, serta pariwisata," tambahnya.

Dalam forum tersebut, KBRI Beijing memaparkan sejumlah peluang kolaborasi strategis. Di antaranya pengembangan hilirisasi industri dan energi melalui battery storage dan energi terbarukan seperti panel surya, penguatan pendidikan vokasi dan program Darmasiswa, serta sosialisasi kebijakan Golden Visa untuk menarik investor dan diaspora.

Selain itu, promosi produk unggulan Indonesia juga menjadi fokus, termasuk ekspor durian beku yang mulai menembus pasar Tiongkok sejak awal 2026, serta berbagai produk makanan dan minuman olahan lainnya.

Di sela kegiatan, Dubes Djauhari juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wang Xiaohui. Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama lebih luas, mengingat Sichuan merupakan kekuatan ekonomi terbesar keenam di Tiongkok dengan produk domestik bruto mencapai sekitar USD 1 triliun.

Keduanya sepakat bahwa hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) menjadi pilar penting dalam memperkuat kemitraan. Djauhari menyinggung kelahiran bayi panda bernama "Ksatrio" di Taman Safari Bogor sebagai simbol persahabatan Indonesia-Tiongkok, mengingat Sichuan merupakan pusat konservasi panda dunia.

Selain itu, konektivitas kedua wilayah juga semakin meningkat melalui penerbangan langsung Chengdu–Jakarta dan Chengdu-Bali.

Saat ini, Provinsi Sichuan telah menjalin kerja sama sister province dengan Jawa Barat, sementara Kota Chengdu memiliki hubungan sister city dengan Medan. Kehadiran KJRI Chengdu diharapkan mampu mengakselerasi berbagai potensi kerja sama tersebut.

Rangkaian kegiatan Indonesia Updates ditutup dengan penampilan tari Nusantara oleh mahasiswa Indonesia di Chengdu, yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia di hadapan ratusan undangan dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan media setempat.

Editor: Gokli