Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kenaikan BBM Industri Berpotensi Dongkrak Harga Sembako di Batam, Apindo Minta Pemerintah Antisipatif
Oleh : Aldy
Senin | 20-04-2026 | 12:28 WIB
Rafki-Rasyid2.jpg Honda-Batam
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex tidak hanya menekan sektor industri, tetapi juga berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok di Batam.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan kenaikan BBM industri memberikan dampak berlapis, mulai dari biaya produksi hingga distribusi barang. "Dampaknya langsung terasa ke industri yang menggunakan BBM nonsubsidi. Biaya logistik juga kemungkinan besar ikut naik," ujar Rafki, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan biaya sebelumnya sudah terjadi akibat kenaikan harga avtur. Kondisi tersebut semakin diperberat dengan lonjakan harga BBM nonsubsidi, terutama bagi industri yang mengandalkan transportasi berbasis diesel.

Selain itu, pelaku usaha juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan bahan baku global seperti chip dan biji plastik yang dipicu situasi geopolitik internasional.

Rafki menegaskan, dampak kenaikan BBM tidak berhenti pada sektor industri, tetapi berpotensi merembet ke masyarakat melalui kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Hal ini disebabkan sebagian besar pasokan barang konsumsi di Batam didatangkan dari luar daerah menggunakan jalur laut.

"Kalau BBM naik, biaya angkut pasti ikut naik. Ini yang berpotensi mendorong kenaikan harga bahan pokok dan harus diantisipasi sejak awal," katanya.

Terkait daya saing industri, Apindo Batam mencatat adanya indikasi kenaikan biaya produksi di berbagai sektor. Namun, Rafki menilai daya saing kawasan industri dipengaruhi banyak faktor, tidak hanya harga energi.

Ia pun mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas dunia usaha, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. "Kami berharap ada kebijakan yang membantu perusahaan agar tidak sampai melakukan efisiensi tenaga kerja atau PHK," tegasnya.

Meski demikian, Rafki memastikan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak langsung terhadap minat investasi baru di Batam dalam waktu dekat. "Tidak ada hubungannya dengan rencana investasi," ujarnya.

Editor: Gokli