Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Buka Ruang Dialog dengan Pemerintah

Harga BBM Industri Melonjak, Tarif Logistik Batam Terancam Naik Dua Kali Lipat
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 18-04-2026 | 19:28 WIB
Ketua-ALFI-Batam.jpg Honda-Batam
Ketua DPC Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Yasser Hadeka Daniel. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam – Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) industri mulai menekan pelaku usaha logistik di Kota Batam. Biaya operasional melonjak, sementara tarif distribusi tak lagi bisa dipertahankan.

Harga Pertamina Dex dan Dexlite yang hampir dua kali lipat memicu lonjakan biaya transportasi. Akibatnya, pelaku jasa pelayanan transportasi (JPT) bersiap menyesuaikan tarif distribusi.

Ketua DPC Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Yasser Hadeka Daniel, menyebut kenaikan ini sangat memberatkan. Harga Pertamina Dex naik dari sekitar Rp 14.800 menjadi Rp 24.000 per liter, Dexlite dari Rp 14.500 menjadi Rp 24.150. "Ini sangat membebani," ujar Yasser, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Yasser, pelaku logistik sebelumnya masih menahan kenaikan tarif demi menjaga stabilitas harga barang. Berbagai efisiensi telah dilakukan, termasuk optimalisasi rute distribusi. Namun, kondisi saat ini membuat beban operasional tak lagi tertutup.

"Kami sudah berusaha tidak menaikkan tarif, tapi dengan situasi sekarang sudah tidak bisa ditahan," katanya.

Ketergantungan Batam terhadap pasokan dari luar daerah seperti Jakarta dan Belawan serta impor dari Singapura, membuat sektor logistik sangat sensitif terhadap kenaikan BBM. Di sisi lain, pelaku usaha di Batam juga diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi, berbeda dengan daerah lain yang masih menikmati BBM subsidi.

Sebelum kenaikan terbaru, harga BBM yang ditanggung pelaku logistik di Batam sudah berada di kisaran Rp 13.000 - Rp 14.000 per liter, lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Dampaknya diperkirakan meluas, mulai dari kenaikan harga sembako, biaya distribusi laut seperti pandu dan tunda kapal, hingga ancaman usaha gulung tikar.

Sebagai gambaran, biaya angkut dari Batu Ampar ke Muka Kuning yang sebelumnya sekitar Rp 900 ribu per perjalanan kini berpotensi naik menjadi Rp 1,8 juta.

ALFI Batam membuka ruang dialog dengan pemerintah, termasuk BP Batam dan Pertamina, untuk mencari solusi. Salah satu usulan adalah pemberian akses BBM subsidi bagi pelaku logistik. "Kami berharap ada kebijakan yang meringankan agar usaha tetap berjalan dan harga barang tidak melonjak," kata Yasser.

Editor: Yudha