Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BPJS Kesehatan Luncurkan PANDAWA 24 Jam, Layanan WhatsApp Tanpa Antre untuk Masyarakat
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 17-04-2026 | 11:28 WIB
luncur-pandawa.jpg Honda-Batam
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat peluncuran PANDAWA 24 Jam di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi layanan administrasi berbasis digital selama 24 jam melalui kanal WhatsApp bernama PANDAWA. Layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan administrasi tanpa antre dan tanpa batas waktu.

Peluncuran PANDAWA 24 Jam mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari percepatan transformasi layanan publik yang lebih responsif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat di era digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa layanan publik harus beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin digital. "Masyarakat telah hidup di ruang digital, maka layanan publik juga harus mengikuti. Kita yang mengikuti masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengikuti kebijakan kita," ujar Meutya saat peluncuran PANDAWA 24 Jam di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Ia menekankan bahwa kecepatan layanan kini menjadi faktor krusial, tidak hanya terkait kenyamanan, tetapi juga keselamatan. "Perbedaan waktu lima menit dalam penanganan bisa berdampak besar terhadap kelangsungan hidup seseorang," katanya.

Meutya juga mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang dinilai sebagai wujud konkret transformasi digital nasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. "Kami mengapresiasi peluncuran PANDAWA 24 Jam sebagai bagian dari arah besar transformasi digital nasional. Ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat," ujarnya.

Transformasi tersebut didukung oleh tingginya tingkat konektivitas nasional. Saat ini, sekitar 80,66 persen penduduk Indonesia atau setara 230 juta jiwa telah terhubung ke internet, dengan mayoritas pengguna memanfaatkan layanan komunikasi berbasis percakapan.

"Sebanyak 90,8 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan platform komunikasi chat. Hal ini menunjukkan layanan berbasis chat menjadi pilihan yang tepat untuk menjangkau masyarakat luas," jelas Meutya.

Ia menambahkan, pengembangan layanan publik ke depan perlu dilakukan secara proaktif dan terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas pelayanan. "Keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kolaborasi. Kami berharap layanan ini mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor: Gokli