Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Isak Tangis Keluarga Iringi Proses Autopsi Bripda Natanael
Oleh : Paskalis Rianghepat
Selasa | 14-04-2026 | 14:51 WIB
nunggu-autopsi.jpg Honda-Batam
Tangis keluarga Bripda Natanael Simanungkalit pecah di depan ruang forensik saat menunggu proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026). (Foto: Paskalis RH)

BATAMTODAY.COM, Batam - Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026). Tangis keluarga pecah di depan ruang forensik saat menunggu proses autopsi jenazah Bripda Natanael Simanungkalit, anggota polisi muda yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga meregang nyawa.

Seorang ibu korban tak kuasa menahan kesedihan. Dengan suara bergetar, ia berulang kali memanggil nama anaknya di depan ruang forensik. Namun, tak ada jawaban dari balik pintu tempat jenazah Natanael berada.

Bripda Natanael diketahui merupakan bintara angkatan 2025. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, putra pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi br Napitupulu. Kariernya yang baru dimulai harus terhenti akibat insiden di lingkungan barak.

Berdasarkan keterangan awal Polda Kepulauan Riau, dugaan penganiayaan terjadi di Rusunawa Barak Bintara Remaja sekitar pukul 23.00 WIB. Korban bersama seorang rekannya dipanggil ke kamar oleh senior terkait dugaan pelanggaran disiplin, yakni tidak menjalankan tugas "kurve".

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, membenarkan adanya dugaan kekerasan dalam peristiwa tersebut. "Dari hasil pemeriksaan sementara, memang terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh senior," ujar Eddwi.

Ia menyebut, seorang anggota berinisial AS telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, satu korban lainnya selamat dan kini menjadi saksi kunci dalam pengungkapan kasus.

Selain itu, Propam Polda Kepri telah memeriksa delapan personel yang berada di lokasi kejadian. Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. "Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," kata Eddwi.

Di sisi lain, keluarga korban menuntut kejelasan atas kematian Natanael. Mereka mengaku telah berada di rumah sakit sejak pagi hari, namun harus menunggu cukup lama untuk memperoleh informasi resmi.

Kuasa hukum keluarga, Sudirman, menegaskan bahwa pihaknya menginginkan proses hukum dilakukan secara transparan tanpa ada yang disembunyikan. "Kami sudah datang sejak pagi, tetapi sempat menunggu lama. Harapan kami, kasus ini dibuka seterang-terangnya dan tidak ditutup-tutupi," ujarnya.

Keluarga juga meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Permintaan tersebut telah dipenuhi oleh pihak kepolisian.

Polda Kepri menyatakan komitmennya untuk menangani kasus ini secara tegas, baik melalui proses kode etik maupun jalur pidana. Pendampingan terhadap keluarga korban juga dijanjikan selama proses hukum berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menunggu hasil autopsi yang diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian Bripda Natanael secara jelas. Di tengah duka yang mendalam, harapan akan keadilan terus disuarakan keluarga korban.

Editor: Gokli