Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Protokol WGTII ke-7 Resmi Ditandatangani
Oleh : Redaksi
Sabtu | 11-04-2026 | 11:48 WIB
RI-Rusia4.jpg Honda-Batam
Penandatanganan Protokol Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI-Rusia pada Kamis (9/4/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia memperkuat kemitraan strategis di bidang ekonomi dan investasi melalui penandatanganan Protokol Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI-Rusia.

Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi, bersama Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Illichev, pada Kamis (9/4/2026).

Protokol tersebut menjadi dokumen penting yang memuat kesepakatan, perkembangan kerja sama, serta rencana tindak lanjut di berbagai sektor prioritas kedua negara. Selain itu, dokumen ini berfungsi sebagai acuan bersama dalam mengimplementasikan hasil pembahasan teknis guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas kerja sama bilateral.

Dalam substansinya, protokol mencakup penguatan kolaborasi di sejumlah sektor strategis, seperti perdagangan dan investasi, energi baru dan terbarukan, serta sektor pertanian yang meliputi perikanan, pupuk, dan minyak kelapa sawit. Kerja sama juga diperluas ke sektor industri prioritas, termasuk farmasi dan kesehatan, metalurgi, kimia, penerbangan, serta infrastruktur.

Selain itu, kedua negara turut mendorong pengembangan kerja sama berkelanjutan di bidang logistik, kawasan ekonomi khusus, ekonomi kreatif, lingkungan hidup, perubahan iklim, serta penguatan kemitraan antar daerah.

Menurut Edi, penandatanganan protokol ini menjadi momentum penting untuk mendorong realisasi kerja sama yang lebih konkret. "Melalui penandatanganan Protokol Pertemuan ke-7 WGTII RI–Rusia ini, kedua negara menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk melalui peningkatan akses pasar, investasi, serta pengembangan industri bernilai tambah," ujarnya.

Ia menambahkan, langkah selanjutnya adalah memperkuat kerja sama teknis, mempercepat implementasi inisiatif yang sedang berjalan, serta mengembangkan proyek-proyek prioritas yang bersifat implementatif.

Prosesi penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergey Tolchenov, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai perdagangan dan investasi, sekaligus memperluas peluang kerja sama ekonomi strategis antara Indonesia dan Rusia di masa mendatang.

Editor: Gokli