Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Politik Ban Serep Ala Ansar Ahmad
Oleh : hrj/dd
Senin | 17-12-2012 | 15:55 WIB
Bupati-Bintan-Ansar-Ahmad-S.gif Honda-Batam
Bupati Bintan Ansar Ahmad.

TANJUNGUBAN, batamtoday - Bupati Bintan Ansar Ahmad dalam konstelasi politik lokal, boleh dibilang paling siap menghadapi pergulatan Pemilu Legislatif 2014, maupun Pemilihan Bupati Bintan dan Pemilihan Gubernur Kepri 2015. Ibarat bermain kartu, Ansar mencoba memainkan berbagai jenis kartu, dimana dirinya sebagai pemegang kendali kartu tersebut.

"Ansar bisa diibaratkan dalam bermain kartu kadangkala dia memasang dirinya sebagai kartu truf, kadang diganti kartunya dengan Dewi Kumalasari, istrinya. Namun sang pemegang kartu tetaplah dirinya,," kata pengamat politik lokal, Moh. Idha kepada batamtoday di Tanjunguban, Bintan, Senin (17/12/2012).

Idha menyebut enam bulan yang lalu, Ansar membuat test case dan membuat pernyataan akan mundur sebagai Bupati Bintan pada April 2013. Namun pernyataan akan mundur itu dibatalkannya dengan alasan terbentur aturan.

Bukan hal aneh, mengingat hal tersebut dilakukan karena akan majunya Dewi sebagai Bupati Bintan 2015, dengan terlebih dahulu training perpolitikannya melalui Pileg pada Pemilu 2014. Dimana sudah satu bulan terakhir,  Dewi turun langusng ke masyarakat dan menyosialisasikan pencalonan dirinya sebagai Caleg DPRD Provinsi Kepri dari Partai Golkar pada Pemilu 2014.

"Ansar pemegang kartu di Partai Golkar Provinsi Kepri. Setidak-tidaknya kartu Cabup Bintan, kartu Cagub Kepri dari Partai Golkar, kartu Caleg Provinsi, dan kartu Caleg Kabupaten Bintan," kata Idha.

Politisi senior Partai Golkar ini setiap saat bisa melakukan keputusan politik mendadak sesuai dengan situasi politik terkini. Maka tidak mustahil, Dewi yang saat ini diplot Caleg Provinsi bisa berubah nantinya di detik-detik akhir mendekati April 2013, menjadi Caleg Kabupaten Bintan demi memuluskan pencalonannya pada Pilbup 2015.

Ansar sangat jeli menghitung peluang, menghitung peruntungan, bahkan layak dikatakan Ansar adalah politisi paket hemat. Rencana awal, ia akan turun langsung dalam Pilgub 2015 dengan masuk ke DPRD Provinsi Kepri, karena diperkirakan Gubernur dipilih oleh DPRD, karena perundang-undangan pemilihan Gubernur melalui DPRD tidak juga turun, sedangkan melalui Pilgub langsung oleh masyarakat kemungkinan kalah dengan Soerya, Sani, Dahlan dan Huzrin Hood, maka ia tak mau pasang badan sia-sia.

Akhirnya muncullah ban serep politik, atau ban cadangan, yaitu Dewi Kumalasari, yang semula tidak berfikir untuk terjun ke dunia politik, harus dilatih dan dipermak menjadi Ansar baru. Apapun namanya yang penting berbau Ansar. Setidaknya Ansar menjadi dalang politiknya Dewi sekaligus.

Dari sisi perundang-undangan tidak ada yang dilanggar, dari sisi peluang bisa mendapatkan beberapa peluang. Andaipun Dewi kalah di Pileg 2014, masih ada peluang Ansar yang akan bertarung pada Pilgub 2015, yang diramalkan menjadi calon wakil, dengan cagubnya Ahmad Dahlan, yang saat ini menjadi Wali Kota Batam, atau dari Soerya Respationo, Sani, atau bahkan mungkin Ismeth Abdullah jika maju mencalonkan nantinya.

Skenario kedua, apabila Dewi menang di Pileg Provinsi Kepri, maka langkah yang sesungguhnya baru dimulai, yaitu menjadikan Dewi sebagi Cabup Bintan 2015. Dimana Ansar tidak perlu ikut bertarung pada Pilgub, cukup menjaga popularitas saja sebagai Bupati Bintan, cukup memaksimalkan saja masa-masa akhir pemerintahan dengan berkunjung ke seluruh pelosok sambil membawa Dewi, bersafari politik.

Itulah kesempatan mengenalkan Dewi secara legal dengan fasilitas negara tanpa melanggar hukum, karena mendampingi suami bertugas, sekaligus sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, dan juga sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri, jika terpilih nantinya. Dengan berbagai posisi yang disandang Dewi memungkinkannya berkampanye gratis pada Pilbup 2015 lebih awal, yaitu semenjak pertengahan 2014. Berkampanye satu tahun lebih awal dari kandidat lain.

Apabila Dewi sukses memenangkan Pilbup 2015, maka Ansar siap berada di belakang layar tanpa resiko politik yang berat dan menyiapkan diri untuk panggung politik pada  tahun 2019.