Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dukung Program Prioritas Presiden, BKN Perkuat SDM ASN, Tekankan Sistem Merit dan Kolaborasi
Oleh : Redaksi
Senin | 06-04-2026 | 14:48 WIB
zudan-rini.jpg Honda-Batam
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh bersama Menteri PANRB, Rini Widyantini, saat menghadiri rapat dengan Komisi II DPR RI. (Foto: BKN)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus mengakselerasi pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang kompeten dan adaptif.

Dalam hal ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memegang peran strategis dalam penguatan tata kelola serta pemenuhan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendukung keberhasilan program prioritas nasional.

Fokus penguatan SDM dalam PHTC mencakup sejumlah klaster utama, antara lain pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kampung nelayan, sektor pendidikan, dan kesehatan.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong sistem perencanaan kebutuhan ASN berbasis data dan penerapan sistem merit. Langkah ini bertujuan memastikan setiap instansi memperoleh SDM yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi.

"Melalui fungsi pembinaan manajemen ASN, BKN berperan dalam memastikan ketersediaan data, perencanaan kebutuhan, dan distribusi ASN yang tepat sasaran sesuai kebutuhan program, termasuk dari aspek mekanisme pengawasan sistem merit," ujar Zudan dalam rapat kerja bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, BKN juga terus mengembangkan integrasi layanan kepegawaian melalui platform ASN Digital untuk mempercepat proses pengisian kebutuhan SDM secara lebih efektif dan transparan. "Dengan kebijakan yang fleksibel, adaptif, dan berbasis kinerja, BKN optimistis dapat mendukung terciptanya SDM unggul sehingga program prioritas pemerintah, termasuk PHTC, berjalan optimal, tepat sasaran, dan berdampak nyata," katanya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program PHTC.

Menurutnya, konsep collaborative governance dan network governance menjadi kunci agar seluruh elemen pemerintahan dapat bergerak selaras dan terintegrasi. "Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai program PHTC harus berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk mendukung program prioritas nasional," tegas Rini.

Pemerintah berharap penguatan tata kelola ASN yang terintegrasi dan kolaboratif ini mampu mempercepat implementasi PHTC sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan di berbagai sektor strategis.

Editor: Gokli