Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, Salurkan Alat Tangkap hingga Perbaiki Infrastruktur Pesisir
Oleh : Freddy
Senin | 06-04-2026 | 13:48 WIB
nelayan-mandiri.jpg Honda-Batam
PT Timah berharap dapat terus memperkuat kemandirian nelayan serta mendorong pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Pangkalpinang - PT Timah (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir melalui berbagai program pemberdayaan nelayan di wilayah operasional. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya tumbuh bersama masyarakat, khususnya nelayan.

Beragam program dijalankan, mulai dari penyaluran bantuan alat tangkap untuk meningkatkan produktivitas, fasilitasi jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas melaut. Upaya tersebut bertujuan menciptakan rasa aman sekaligus meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Selain itu, PT Timah juga mendukung pembangunan fasilitas pesisir seperti tambatan perahu, pengerukan alur muara, serta sarana pendukung lainnya guna memperlancar aktivitas nelayan.

Pada 2025, perusahaan telah menyalurkan bantuan kepada belasan kelompok nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. Program ini berlanjut pada 2026 dengan penyaluran alat tangkap bagi kelompok nelayan, termasuk Kelompok Nelayan Sungai Ulim di Desa Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan. PT Timah juga memfasilitasi ribuan nelayan untuk memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Di sektor lingkungan, PT Timah turut menjalankan program pelestarian pesisir melalui penanaman mangrove, restocking kepiting bakau di Kundur, restocking cumi di perairan Pulau Bangka, serta pengembangan fishing ground dan coral garden yang manfaatnya telah dirasakan nelayan.

Sekretaris KUB Ratu Laut Teluk Dalam, Desa Kundur, Dedi, mengungkapkan kelompoknya menerima bantuan jaring udang yang sangat dibutuhkan oleh nelayan setempat. "Hasil tangkapan sering kali tidak mencukupi untuk membeli jaring baru karena harga alat tangkap lebih mahal dibandingkan hasil tangkapan, sementara penghasilan nelayan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Dedi, dalam siaran pers PT Timah Tbk, Senin (6/4/2026).

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan hasil tangkapan, mengingat sebagian besar jaring sebelumnya sudah rusak dan tidak layak pakai.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang, Kabupaten Bangka Barat, Harman. Ia menyebut kelompoknya memperoleh bantuan mesin tempel, kawat bubu, dan tali yang sesuai dengan kebutuhan nelayan setempat.

"Kebutuhan nelayan di sini seperti pasang bubu dan membuat rumpon. Mesin tempel juga sangat membantu nelayan yang sebelumnya hanya bisa bergerak di sekitar pinggir karena mesinnya kecil," kata Harman.

Menurutnya, aktivitas pertambangan dan nelayan di wilayah tersebut dapat berjalan berdampingan apabila dikelola dengan baik. "Kalau dikelola dengan baik, aktivitas pertambangan dan nelayan di laut bisa saling berdampingan. Ini jadi dua sumber ekonomi masyarakat yang bisa berjalan bersama, asal saling pengertian," ujarnya.

Selain pemberdayaan alat tangkap, PT Timah juga membantu perbaikan akses jalan menuju kawasan nelayan di Penyusuk, Kelurahan Ramadan Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Sebelumnya, kondisi jalan rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Kepala Lingkungan Penyusuk, Siswantoro, menyampaikan apresiasinya atas dukungan perusahaan dalam perbaikan jalan yang dilakukan secara gotong royong.

"Kondisi jalannya sebelumnya rusak parah, apalagi kalau musim hujan sering membahayakan pengendara. Padahal akses ini sangat penting bagi nelayan menuju kawasan pantai dan tempat perahu," kata Siswantoro.

Ia menilai perbaikan jalan tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui berbagai program ini, PT Timah berharap dapat terus memperkuat kemandirian nelayan serta mendorong pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Editor: Gokli