Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Furnitur Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 12,6 Miliar di Home Design 2026 Budapest
Oleh : Redaksi
Senin | 06-04-2026 | 12:48 WIB
Budapest.jpg Honda-Batam
Home Design 2026 yang digelar di Hungexpo Budapest Congress and Exhibition, Budapest, pada 25-29 Maret 2026. (Foto: Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Produk furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 743,07 ribu atau sekitar Rp 12,64 miliar dalam ajang Home Design 2026 yang digelar di Hungexpo Budapest Congress and Exhibition, Budapest, pada 25-29 Maret 2026.

Pameran ini dikenal sebagai salah satu ajang terbesar di Hungaria untuk produk furnitur, perlengkapan rumah tangga, dan dekorasi.

Kepala Indonesia Trade Promotion Centre Budapest, Suci Mahanani, menyatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pasar Eropa Tengah dan Timur terhadap produk Indonesia. "Potensi transaksi Rp 12,64 miliar ini menunjukkan bahwa pasar Hungaria dan kawasan sekitarnya memiliki minat besar serta kepercayaan terhadap produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia," ujarnya.

Suci menambahkan, daya tarik produk Indonesia tidak hanya terletak pada kualitas, tetapi juga desain yang mengangkat nilai budaya, penggunaan material alami, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang sesuai dengan preferensi konsumen Eropa.

Partisipasi tahun ini menjadi kali ketiga ITPC Budapest memfasilitasi eksportir Indonesia dalam pameran tersebut. Selama kegiatan berlangsung, berbagai agenda promosi, business matching, hingga kunjungan langsung ke importir turut difasilitasi.

Duta Besar RI untuk Hungaria, Penny D Herasati, menekankan pentingnya kualitas produk dalam menembus pasar global. "Kami berharap pameran ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk terbaik Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas dan persyaratan ketat pasar Eropa," katanya.

Pada ajang ini, Paviliun Indonesia menempati area seluas 70 meter persegi di Aula E dengan konsep desain berkelas dan mengusung nilai keberlanjutan. Keikutsertaan tersebut merupakan hasil sinergi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, ITPC Budapest, serta Kedutaan Besar RI di Budapest.

Menariknya, seluruh peserta yang terlibat merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sejalan dengan program UMKM BISA Ekspor yang diinisiasi Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Empat UMKM yang berpartisipasi menampilkan ragam inovasi, mulai dari furnitur kayu jati berukir khas Jawa, furnitur premium berdesain modern, hingga produk berbahan unik seperti tembaga, fosil kayu, dan material ramah lingkungan berbasis jamur miselium.

Pendiri CV Sorajati Dharma Biru, Yosef Boyke Dharma, mengaku optimistis terhadap peluang pasar di kawasan tersebut. "Produk kami sangat diminati pengunjung. Pameran ini juga membantu kami memahami selera desain di Eropa Timur," ujarnya.

Hal serupa disampaikan perwakilan PT Koloni Timur, Victor Raditya, yang berhasil menjalin relasi dengan distributor lokal Budapest. Sementara itu, Direktur PT Canela Megah Jaya, Maria Caecelia Nurcahaya, menilai ajang ini penting untuk membaca tren gaya hidup masyarakat setempat.

Di sisi lain, tren perdagangan Indonesia-Hungaria menunjukkan peningkatan positif. Data Eurostat periode 2021-2025 mencatat impor Hungaria dari Indonesia tumbuh rata-rata 9,47 persen per tahun. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan total perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai USD 303,7 juta, dengan ekspor nonmigas Indonesia sebesar USD 113,8 juta atau naik 10,65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa produk gaya hidup Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar Eropa Tengah dan Timur.

Editor: Gokli